Share

Dishutbun Alihkan Petani Tembakau Tanam Tebu

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro di tahun 2015 ini telah menargetkan luasan tanam tembakau virginia seluas 5.972 hektar (Ha) dan tembakau Jawa seluas 2.492 Ha. Hal ini sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2015.

“Total luasan kita targetkan tak lebih dari RPJMD yakni seluas 8.569 Ha untuk jenis Virginia dan Jawa,” ungkap Choirul Insan, Kabid Usaha Perkebunan, Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Senin (9/3/2015).

Namun, untuk mengantisipasi anjloknya harga tembakau saat panen lantaran luasan tanam yang terlalu banyak, Dishutbun Bojonegoro mulai mengarahkan petani untuk menanam komoditi lain. Salah satunya adalah tanaman tebu. Hal ini, menurut Insan, karena harga tebu yang cenderung stabil dengan pasaran yang cukup luas.

“Telah kita lakukan Bimtek ke petani. Selain tembakau ada komoditi lainnya yang bisa ditanam di musim kemarau dan bisa lebih menguntungkan, salah satunya tebu,” lanjut Insan.

Berdasarkan Surat dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur No. 525/1240/114.3/2015 pada 15 Februari 2015 kemarin, rencana kebutuhan tembakau pabrikan untuk Kabupaten Bojonegoro sebanyak 4.062 ton tembakau virginia dan 205 ton tembakau jawa. Jumlah luasan dalam RPJMD dipastikan bisa memenuhi permintaan penyerapan tembakau.

Data dari Dishutbun, di tahun 2014 lalu luasan tanam tembakau tergolong sempit yakni hanya seluas 6.999 Ha. Hal ini disebabkan cuaca  dan kondisi iklim tahun lalu tak mendukung untuk menanam tembakau.

Sementara di 2012 lalu tercatat luasan tembakau yang mencapai 12.863 Ha dan membuat harga tembakau berada di harga terendah. Berdasarkan pantauan, harga tembakau rajangan tertinggi berada di angka Rp 32.000/kg sementara terendah yakni Rp 14.000/kg.

“Setidaknya kita alihkan separuh dari luasan ini untuk menanam komoditas lainnya,” pungkasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment