Share

Dishutbun: Dana Tembakau Bojonegoro Mulai Dimanfaatkan

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) 2015 yang dialokasikan sebesar Rp7,059 miliar, sebagian mulai dimanfaatkan, untuk pengembangan pertembakauan.

“DBH CHT yang dialokasikan sebesar Rp7,059 miliar dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan,” jelas Kepala Bidang Sumber Daa Manusia Dishutbun Bojonegoro Mardiantoro, Kamis (2/7/2015).

Ia menyebutkan kegiatan yang sudah dilaksanakan 100 persen yang memanfaatkan alokasi DBH CHT yaitu pembenihan, bantuan sarana produksi, dan yang sedang berjalan yaitu pengadaan 70 mesin perajang tembakau, 24 mesin pompa air dan 20.000 alat jemur.

“Berbagai peralatan pertembakauan itu akan disalurkan kepada petani tembakau melalui 70 kelompok tani, usai lebaran,” tandasnya.

“Prinsipnya bantuan pertembakauan diberikan kepada petani melalui kelompok tani,” tambahnya.

Menurut dia, mesin perajang tersebut memiliki kemampuan merajang tembakau berkisar 500-700 kilogram/jam, jauh lebih produktif dibandingkan kalau merajang tembakau dengan memanfaatkan tenaga manusia.

“Memanfaatkan mesin perajang akan mampu mengurangi biaya produksi, karena jumlah tenaga perajang berkurang. Selain itu, kualitas tembakau rajangan lebih halus jika dibandingkan dengan merajang dengan tangan,” paparnya.

Ia mengaku tidak hapal jumlah petani tembakau yang memperoleh bantuan peralatan pertembakauan, tapi petani tersebut tergabung di dalam 70 kelompok tani yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Petani yang menerima berbagai bantuan merata di sejumlah kecamatan yang dikenal sebagai sentra penghasil tembakau baik Virginia Voor Oosgt (VO) maupun Jawa,” jelas dia.(ag/**mcb)

Leave a Comment