Share

Disnakertransos Bojonegoro Panggil PJTKI Surabaya

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro memanggil PJTKI dari Surabaya, PT. Perwita karena tidak melaporkan puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro dan akan berangkat ke Malaysia hari ini (Senin/15/9/2014).

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro memanggil PJTKI dari Surabaya, PT. Perwita karena tidak melaporkan puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro dan akan berangkat ke Malaysia hari ini (Senin/15/9/2014). Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Witjaksono mengatakan, sebanyak 25 remaja putri yang rata-rata baru lulus SMA tahun 2014 ini dijemput paksa karena akan berangkat ke Surabaya menggunakan bus di Terminal Rajekwesi, Bojonegoro.

“Saya diberitahu oleh salah satu dari calon TKI, jika tak ada pengawalan dari Disnakertransos saat berangkat,” ujarnya.

Padahal, sebelumnya pihak Disnakertransos mengakomodir sebanyak 70 remaja untuk menjadi TKI bersama PT. BBS, yang akan diberangkatkan oleh Bupati Bojonegoro. Namun, di tengah jalan, baik PT. BBS maupun Disnakertransos tidak mendapatkan kabar apapun dari PT. Perwita.

“Dirut PT. Perwita telah mengklarifikasi jika ada oknum karyawan yang tidak melaporkan kegiatan pemberangkatan tersebut,” imbuhnya. Ia menjelaskan, oknum tersebut bernama Suyanto juga menerima calon TKI di bawah umur dengan memalsukan akta kelahiran.

Dari 70 calon TKI yang awalnya akan diberangkatkan, tinggal tersisa 29 orang. Karena merasa bermasalah, empat diantaranya mundur. “Oleh sebab itu, kami kumpulkan mereka di sini,” lanjutnya.

Adi mengungkapkan, pihak PT. Perwita telah memberikan penjelasan kepada calon TKI, baik masalah gaji, jenis pekerjaan, dan keperluan lainnya saat berada di Malaysia. Untuk jam kerja selama 8 jam, mereka akan dibayar sebesar 900 Ringgit Malaysia, ditambah dua jam lembur sebesar 200 Ringgit. Nantinya, calon TKI ini harus mengembalikan semua biaya keberangkatan sebesar 2400 ringgit yang dibayar selama 10 bulan pertama.

Sementara itu, PT BBS akan mengklarifikasi PT Perwita yang awalnya menjalin kerjasama dengan memberikan modal kepada PT Perwita untuk keberangkatan TKI. Namun, semua pembiayaan ditanggung PT Perwita tanpa koordinasi dengan PT BBS.

“Hingga saat ini, mereka masih menyelesaikan masalah itu, TKI akan diberangkatkan tanggal 17 September nanti secara berkala,” pungkasnya. (**mcb)

Leave a Comment