Share

Disnakkan Kembali Distribusikan Bantuan Ternak

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro kembali menggelontorkan bantuan ternak bagi 46 kelompok tani di 44 desa. Seperti beberapa waktu lalu, hibah hewan ternak ini berupa domba, kambing, kelinci, bebek dan ayam arab.

Bantuan berupa hewan ternak ini, diharapkan menjadi stimulan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bojonegoro yang sebagian besar merupakan buruh tani. Hal ini seperti yang disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, saat penyerahan hibah hewan ternak pada kelompok tani beberapa waktu lalu.

“Bojonegoro ini kabupaten yang agraris. Sayangnya, mayoritas warga hanya menjadi buruh tani. Diharapkan stimulan berupa ternak ini bisa meningkatkan pendapatan mereka yang sangat minim,” ujarnya.

Wabup dalam kesempatan ini mengingatkan, seluruh penerima bantuan hibah peternakan harus tahu bagaimana mengelola dan beternak yang baik sekaligus penanganan terhadap penyakit ternak.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro, Subekti, menjelaskan, bahwa ada sedikit perubahan untuk usulan penerima bantuan bibit peternakan. Skenarionya, seekor pejantan merino akan dikawinkan dengan 5 kambing jenis lokal. Namun sebelum kambing-kambing tersebut didistribusikan, para penerima harus memenuhi persyaratan yakni sudah memiliki papan nama kelompok tani.

Berdasarkan data dari Disnakkan Bojonegoro, populasi kambing dan domba di Bojonegoro saat ini menduduki peringkat tiga di Propinsi Jawa Timur. Yakni untuk domba sejumlah 124 ribu ekor dan kambing mencapai 88 ribu ekor.

Melihat hal ini, upaya peningkatan dibidang peternakan nantinya diharapkan membuat ketersediaan ternak di Bojonegoro semakin aman. Seperti diberikan sebelumnya, bantuan ini diperuntukkan untuk 46 Kelompok tani dan ternak di 44 desa di 15 Kecamatan diwilayah Kabupaten Bojonegoro. Bantuan terdiri dari domba, kambing, kelinci, bebek dan ayam arab. Para penerima bantuan ini telah diusulkan melalui Musyawarah perencanaan Pembangunan mulai tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.(humas/*mcb)

Leave a Comment