Share

Disperindag Bojonegoro Pastikan Tak Ada Kelangkaan BBM

Turunnya harga Bahan Bakar Minyak jenis premium dan solar bersubsidi membuat sejumlah Stasiun Pengisian bahan Bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro diserbu pembeli. Akibatnya, di hari pertama harga BBM turun, beberapa SPBU di wilayah Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro kehabisan stok. Terpaksa, pembeli harus mengantre di SPBU lainnya untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Bojonegoro (Media Center) – Turunnya harga Bahan Bakar Minyak jenis premium dan solar bersubsidi membuat sejumlah Stasiun Pengisian bahan Bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro diserbu pembeli. Akibatnya, di hari pertama harga BBM turun, beberapa SPBU di wilayah Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro kehabisan stok. Terpaksa, pembeli harus mengantre di SPBU lainnya untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Basuki, mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi SPBU di Bojonegoro serta Pertamina agar tak terjadi kelangkaan stok BBM di Bojonegoro.

“Sudah saya hubungi semua dan Alhamdulillah mulai hari ini pasokan lancar,” ujarnya saat ditemui di Unjuk karya Petani Bojonegoro, Rabu (21/1/2015).

Ia mengaku, antrean panjang konsumen di SPBU memang terjadi lantaran harga BBM yang turun. Para pembeli ini menahan pembelian beberapa hari menjelang penurunan harga agar bisa mendapatkan BBM dengan harga yang lebih murah.

“Memang para pembeli ini menahan pembelian selama beberapa hari sehingga SPBU menjadi sepi. Tapi begitu harga turun, pembelian membludak,” jelasnya.(**mcb)

Leave a Comment