Share

Disperindag: Harga Sembako Masih Penyesuaian

Pasca turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, harga berbagai bahan pangan masih tergolong tinggi. Padahal, harga ongkos angkut telah menyesuaikan dengan harga BBM saat ini.

Bojonegoro (Media Center) – Pasca turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, harga berbagai bahan pangan masih tergolong tinggi. Padahal, harga ongkos angkut telah menyesuaikan dengan harga BBM saat ini.

Basuki, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Bojonegoro mengatakan, saat ini harga beberapa jenis bahan pangan masih memakai
harga lama, sementara lainnya telah menyesuaikan dengan harga baru BBM bersubsidi.

” Harga sudah mulai turun, hanya saja saat ini masih dalam tahap penyesuaian karena beberapa merupakan barang stok lama,” jelasnya.

Beberapa harga bahan pangan yang mulai turun adalah berbagai jenis sayur dan cabai yang selalu mendatangkan stok setiap hari. Sementara bahan pangan yang harganya masih cenderung tinggi adalah bahan pangan yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama seperti gula, minyak goreng, tepung dan lainnya.

Misalnya seperti harga cabai rawit yang saat harga BBM belum mengalami penurunan mencapai lebih dari Rp100.000/kg. Namun saat ini, harga berkisar pada angka Rp32.000/kg. Selain karena faktor turunnya ongkos angkut, hal ini juga dipengaruhi stok yang melimpah saat panen.

Sementara bahan pangan lainnya seperti telur ayam mengalami penurunan sedikit demi sedikit. Tercatat, di Pasar Bojonegoro harga telur pada Kamis (29/1/2015) berkisar di harga Rp20.000/kg dari harga semula yakni Rp21.000/kg.

Basuki menambahkan, untuk penyesuaian harga bahan pangan dengan turunnya harga BBM bersubsidi ini merupakan imbauan langsung dari Presiden.

” Namun melihat kondisi pasar, harga mulai menyesuaikan secara bertahap,” pungkasnya.(**mcb)

Leave a Comment