Share

Disperindag Imbau Petani Gunakan Resi Gudang

Bojonegoro (Media Center) – Menjelang masa panen biasanya para petani dipusingkan dengan harga hasil pertanian yang terus anjlok lantaran banyaknya stok. Hal ini seringkali dialami para petani di Kabupaten Bojonegoro yang menjadikan padi sebagai komoditi utama pertanian.

Meski saat ini harga gabah maupun beras masih diatas harga normal, namun di musim panen mendatang ada kemungkinan harga gabah menurun. Untuk mengatasi hal ini, para petani bisa mensiasati turunnya harga gabah akibat panen raya dengan menggunakan sistem resi gudang.

Yudhistira A. Nugraha, Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar para petani memanfaatkan gudang penyimpan yang berada di Desa/Kecamatan Dander.

“Selain gudang berkapasitas 2.500 ton, kita juga telah menyediakan alat pengering, lantai jemur hingga pengukur mutu hasil pertanian,” jelasnya.

Yudhis menambahkan, para petani juga bisa mendapatkan pinjaman dari resi gudang dengan barang jaminan hasil pertanian yang disimpan tersebut. Pinjaman bisa diberikan hingga 70% dari nilai barang yang diresikan.

“Biasanya petani buru-buru menjual hasil panen untuk modal tanam. Kalau diresikan, petani dapat pinjaman untuk tanam dan saat panenan yang disimpan dijual harganya lebih bagus,” lanjutnya lagi.

Hingga saat ini, menurut Yudhis, petani telah mengetahui keberadaan Gudang yang terletak di Kecamatan Dander ini. Namun, antusiasme petani belum begitu tinggi untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan untuk menunjang pendapatan dan peningkatan mutu hasil pertanian ini. Hal ini terbukti, pada periode 2013 hingga 2014 kemarin baru ada 10 orang atau kelompok petani yang menitipkan gabah maupun jagung dan 3 diantaranya menjaminkan hasil panen untuk mendapat pinjaman.

“Banyak sekali keuntungan resi gudang ini. Karena semua fasilitas yang disediakan ini gratis, petani bisa mendapat keuntungan berlipat,” tukasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment