Share

Disperta Siap Data Kebutuhan Solar Petani

Sementara untuk sektor industri dan pertanian, harus dilayani dengan catatan membawa rekomendasi dari kades atau dinas pertanian. Bahkan, Dinas Pertanian akan membuat surat rekomendasi dan menurunkan PPL ke lapangan mendata petani-petani yang membutuhkan solar untuk pengairan dan tidak terjadi kekurangan air.

Bojonegoro (Media Center) – Hasil rapat koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro yang dihadiri Pertamina, Dinas Pertanian dan perwakilan 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lalu mendapatkan solusi untuk memenuhi kebutuhan Bahan bakar Minyak (BBM) untuk kalangan petani. Hal ini menyusul munculnya masalah pengairan sawah yang tak bisa dilakukan lantaran pihak Pertamina melarang SPBU melayani pembeli berjerigen.

Kepala Disperindag, Basuki, mengatakan, para petani mengeluhkan tidak ada pelayanan untuk membeli BBM jenis solar menggunakan jirigen yang digunakan sebagai bahan bakar diesel sehingga sawah tidak bisa diairi. Ternyata, semua SPBU memang tidak melayani pembelian dengan jirigen meskipun menggunakan surat rekomendasi dari desa atau kelurahan setempat karena takut melanggar aturan.

“Terlebih, PT Pertamina melayangkan surat ke semua SPBU pada 17 September lalu, isinya melarang untuk melayani pembelian dengan jerigen untuk di jual eceran,” tukas Basuki.

Sementara untuk sektor industri dan pertanian, harus dilayani dengan catatan membawa rekomendasi dari kades atau dinas pertanian. Bahkan, Dinas Pertanian akan membuat surat rekomendasi dan menurunkan PPL ke lapangan mendata petani-petani yang membutuhkan solar untuk pengairan dan tidak terjadi kekurangan air.(**mcb)

Leave a Comment