Share

DKP Surati Kontraktor Migas Agar Koordinasi Soal Sampah

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro meminta kepada operator minyak dan gas bumi, Lapangan banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Limted (MCL) dan kontraktornya untuk berkoordinasi dengan DKP mengenai pembuangan sampah.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro meminta kepada operator minyak dan gas bumi, Lapangan banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Limted (MCL) dan kontraktornya untuk berkoordinasi dengan DKP mengenai pembuangan sampah.

Nurul Azizah, Kepala DKP Bojonegoro, mengungkapkan, dari keterangan yang didapat, semua sampah yang ada di lokasi dormitory MCL maupun dari lokasi proyek EPC 5 dibuang di luar daerah Bojonegoro. Ia menyayangkan adanya kerjasama kontraktor MCL dengan pihak lain dalam pengelolaan sampah. Karena berdasarkan survei tempat pembuangan sampah tersebut tidak sesuai aturan.

“Kami ada armada yang siap mengangkut berapapun jumlah sampah yang dihasilkan,” tukasnya. Ia juga menyatakan bahwa dengan bertambahnya luasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) yang ada di Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Tak hanya MCL, tapi juga Pertamina EP Asset VI hingga kini belum memberikan laporan mengenai pembuangan sampah di lokasi industri. Hanya operator Lapangan Sukowati Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java yang telah melakukan koordinasi mengenai sampah.

“Sudah kami surati namun hingga saat ini belum ada tanggapan,” tutupnya.

Leave a Comment