Share

Dosen IKIP PGRI Bojonegoro Inspirasi Warga Kasiman Mengolah Gembili

Bojonegoro, Media Center – Umbi Gembili selama ini telah familier di masyarakat sebagai penambah karbohidrat atau makanan pendamping. Namun tanaman yang banyak tumbuh di pedesaan itu hanya diolah sekadarnya. Yakni direbus dan disajikan.

Padahal Umi Gembili memiliki nilai jual jika diolah menjadi tepung. Sehingga dapat menjadi bahan racikan untuk beragam makanan.

Latar belakang itulah yang mendasari Tim dosen dari IKIP PGRI Bojonegoro melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kasiman, Kecamatan Kasiman, Senin (28/10/2019).

PKM mengusung tema “Pengolahan Umbi Gembili Dalam Peningkatan Nilai Guna Oleh Ibu-Ibu PKK Untuk Menambah Pendapatan Keluarga”.

Kegiatan dilakukan selama dua hari. Materi yang disampaikan tentang manfaat dan khasiat dari umbi gembili. Ubi Gembili selama ini sudah sangat dikenal sebagai umbi yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Biasanya umbi ini diolah dengan cara direbus dengan air dan biasa langsung disajikan serta dikonsumsi.

“Padahal kita melihat banyak potensi dari umbi ini,” terang Ayis Crusma Fradan, salah satu dosen pemateri dalam PKM ini.

Salah satu potensinya adalah mengolah ubi gembili menjadi tepung. Pilihan ini karena setelah diolah menjadi tepung maka akan lebih mudah untuk diolah menjadi beberapa jenis makanan. Ada nilai kreasi sehingga nantinya gembili tidak hanya dijadikan ubi rebus saja.

“Namun juga bisa dioleh menjadi berbagai jenis makanan sehingga meningkatkan daya tarik pembeli,” jelasnya.

Gembili merupakan salah satu tumbuhan umbi yang banyak ditemui di Desa Kasiman. Masyarakat belum mengetahui manfaat dari umbi gembili tersebut, sehingga hasil panen dijual langsung tanpa dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai jual yang tinggi dan berdampak ekonomi yang lebih.

Kegunaan utama dari gembili adalah kandungan karbohidratnya yang tinggi. Tumbuhan ini biasa dikonsumsi diwilayah tropis, dengan ukuran relatif kecil dan permukaan yang lunak.

Keunggulan gembili lainya adalah dapat mengurangi kolestrol jahat, menurunkan tekanan darah tinggi, menyehatkan pencerrnaan dan masih banyak manfaat lainya yang penting bagi kesehatan.

Kegiatan hari kedua adalah pemberian materi tentang nilai guna yang disampaiakn oleh Ifa Khoiria Ningrum, Dalam acara yang diikuti oleh 30 orang peserta ini Ifa, sapaan akrabnya menekankan kepada masyarakat agar sadar dengan potensi ekonomi dari ubi gembili.

“Jika kita jeli dan serius, gembili bisa menjadi lahan ekonomi kreatif khususnya pada bidang gastronnomi atau kuliner,” ujarnya.

Materi selanjutnya adalah kreasi membuat aneka olahan berbahan dasar tepung gembili dan dipandu oleh Fruri Stevani.

Dalam penyampaian materinya, Fruri membawa contoh hasil olahan yang bisa dibuat dengan tepung gembili yaitu roti bolu dan onde-onde.

Selain mencotohkan produk yang sudah jadi ia juga memberikan tips-tips tentang cara mengolah tepung gembili dengan baik dan benar sehingga nantinya dapat diduplikasi dengan baik oleh masyarakat peserta PKM tersebut.

“Kami optimis, dengan PKM ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Fruri, yang juga dosen Program Studi Ekonomi IKIP PGRI Bojonegoro ini.

Selain materi tim dosen IKIP PGRI Bojonegoro juga mendampingi masyarakat untuk praktek langsung. Para peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan ditugaskan untuk membuat makanan olahan berbahan tepung ubi gembili. Dari tepung ini nanti diolah menjadi makanan yang memiliki nilai jual lebih sesuai kreatifitas masing-masing kelompok.

Adapun makanan yang berhasil dibuat oleh kelompok-kelompok tersebut adalah : 1. Kue apem, pisang coklat, dan es buah. 2. Donat gembili. 3. Brownis gembili. 4. Tahu gembili dan wedang ronde. 5. Pudding gembili dan es kopyor gembili.

Kepala Desa Kasiman H.R. Ghozali Dwianto mengatakan sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh dosen-dosen IKIP PGRI Bojonegoro ini karena bisa menambah wawasan dan pengetahuan warganya.

Dia berpesan kepada warga desa Kasiman agar kegiatan yang sudah dilaksanakan beberapa hari ini tidak terhenti ketika Bapak Ibu dosen sudah kembali ke kampus.

Tetapi terus dikembangkan dan jalankan sehingga warga bisa menambah pendapatan keluarga dan tidak hanya menjual gembili dalam bentuk umbi saja. Pada akhirnya ia juga berharap suatu saat nanti gembili bisa menjadi icon Desa Kasiman dengan berbagai olahanya.(Rin/Dwi)

Leave a Comment