Share

DPRD Siap Dampingi PKL Alun-alun

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di seputaran Alun-alun Kota Bojonegoro, Kamis pagi(30/4) melurug Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Selain menanyakan pemberhentian paksa agar para PKL berhenti berjualan di seputar alun-alun mulai Kamis ini, mereka juga meminta solusi kepada wakil rakyat.

Kedatangan ratusan PKL ini, Pimpinan DPRD Bojonegoro langsung meminta perwakilan PKL untuk berdiskusi dan menerangkan permasalahan yang dihadapi. Umiyati, salah satu PKL bersama beberapa rekannya ditemui Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin di ruangannya. Mereka meminta agar DPRD, selaku wakil rakyat mendampingi dan mengusahakan agar PKL di Alun-alun Bojonegoro tak direlokasi.

“Kami kaget, tiba-tiba ada surat disuruh berhenti jualan di Alun-alun mulai hari Kamis ini,” keluh Umiyati pada Mitroatin dan pimpinan Komisi A DPRD Bojonegoro.

Hal serupa juga disampaikan oleh Miftah. Pria berjenggot ini menyayangkan sikap dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang terkesan tak serius menertibkan PKL dan berujung pada rencana relokasi.

“Pemkab minta kita berhenti atau pindah, tapi tak jelas di mana lokasi relokasinya,” imbuh pria berkacamata ini.

Sementara itu, Mitroatin, saat dikonfirmasi kanalbojonegoro.com mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi hingga permasalahan PKL ini bisa diselesaikan tanpa merugikan PKL. Meski demikian, di sisi lain, ia mendukung upaya pemerintah untuk memperindah Bojonegoro.

“Pasti nanti ada solusi, bagaimana PKL bisa tetap berjualan dan keindahan serta kebersihan tetap terjaga,” ujarnya usai menemui PKL.

Dalam pertemuan bersama PKL ini, pihak DPRD langsung menghubungi instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan hingga Satpol PP. (lya/*acw)

Leave a Comment