Share

DPRD Tanggapi Soal Batu Semar

Keberadaan Batu Semar di Alun-alun Bojonegoro juga menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, meminta agar masyarakat tak terlalu mengistimewakan batu yang diambil dari Kecamatan Gondang tersebut.

Bojonegoro (Media Center) – Keberadaan Batu Semar di Alun-alun Bojonegoro juga menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, meminta agar masyarakat tak terlalu mengistimewakan batu yang diambil dari Kecamatan Gondang tersebut.

Ia menyampaikan, banyak informasi yang masuk tentang keberadaan batu yang berasal dari Dusun Sukun, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang ini beserta mulai asal-usul hingga cerita-cerita yang beredar di masyarakat.

“Saya sudah mengunjungi langsung di Desa Sambongrejo asal batu itu, dan kepindahan batu yang dinamakan batu beluk oleh masyarakat sekitar dinilai tidak merugikan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tak terlalu berlebihan memperlakukan batu yang akan menjadi ikon Bojonegoro ini. Menurutnya, soal kepercayaan mistis batu tersebut tergantung pada masing-masing personal.

“Tapi jangan sampai memulyakan dan mengkeramatkan yang arahnya menyesatkan,” tegasnya.

Menurutnya, dilihat dari ramainya alun-alun oleh pengunjung yang ingin menyaksikan batu tersebut secara otomatis meningkatkan perekonomian pedagang kaki lima.

“Baik pagi, siang, maupun malam, banyak pengunjung ayng penasaran dan datang untuk sekedar melihat, sehingga penjual makanan dan minuman juga menikmati keuntungan dari situ,”kata Mitroatin.

Disinggung mengenai kepercayaan mistis pada batu tersebut, wanita berjilbab ini menegaskan, itu adalah kepercayaan masing-masing personal. Tetapi, jangan sampai memulyakan atau mengkeramatkan yang akhirnya menyesatkan.

Mitroatin menambahkan, dana yang dipergunakan untuk menempatkan batu tersebut bukanlah dari APBD seperti yang dikabarkan selama ini. Dana tersebut berasal dari dana hadiah saat mendapatkan penghargaan United Nations Sustainable Development Solutions Network.

“Dana tersebut kemudian dimasukkan ke APBD 2014 untuk memudahkan pertanggung jawaban penggunaan anggaran,”terangnya.(**mcb)

Leave a Comment