Share

dr Widya Aksita : “Saya Cukup Bangga Dengan Pramuka”

Saat ditemukan jentik, setiap satu rumah di ke 3 desa diberikan obat pembasmi jentik nyamuk merk Abete secara gratis. Setelah itu, mereka memberikan tanda-tanda khusus, yakni stiker merah bertuliskan ‘Belum Bebas Jentik’ dan stiker warha hijau bertuliskan ‘Sudah Bebas Jentik’

Bojonegoro (Media Center) – Dibalik sukses anggota Pramuka tingkat Pandega yang tergabung di Saka Bhakti Husada (SBH) Puskesmas Balen, Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), dalam meraih juara pertama kompetisi SBH se Jatim, ternyata tak lepas dari bimbingan Kepala Puskesmas Balen dr Widya Aksita, yang sekaligus adalah Pembina SBH di wilayah kerjanya.

Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hangtuah Surabaya itu nampak sederhana dan low profile. “Yang jelas, saya ini hanya diangkat sebagai pembina SBH disini dan sebenarnya ketrampilan dimiliki oleh anggota Pramuka, “ katanya.

Namun diakuinya, tiga bulan sebelum terpilih menjadi SBH terbaik se Kabupaten Bojonegoro dan kemudian meraih kemenangan di Surabaya. Ia bersama ke 25 anggota SBHnya dalam latihan yang digelar dalam seminggu sekali memilih latihan mengenai pembasmian jentik nyamuk yang menyebabkan Demam Berdarah.

“Bukan hanya saya dan anggota SBH yang terlibat dalam pembasmian nyamuk, melainkan Pramuka ditingkat sekolah dasar dan menengah pertama diajak untuk fokus membasmi penyakit demam berdarah,“ terangnya.

Kemudian dari data yang ada, pembasmian digelar khusus untuk 3 dari 23 desa yang tersebar di Kecamatan Balen, yang menurutnya termasuk kawasan endemis Demam Berdarah. Saat itu, masing masing Pramuka di setiap rumah membawa senter dan mencari jentik nyamuk secara manual di genangan air, selokan dan bak mandi.

Saat ditemukan jentik, setiap satu rumah di ke 3 desa diberikan obat pembasmi jentik nyamuk merk Abete secara gratis. Setelah itu, mereka memberikan tanda-tanda khusus, yakni stiker merah bertuliskan ‘Belum Bebas Jentik’ dan stiker warha hijau bertuliskan ‘Sudah Bebas Jentik’

“Untuk rumah yang berstiker merah adalah yang perlu dipantau terus menerus dan diadakan pembasmian jentik hingga tidak lagi bertempat tinggal di bak kamar mandi dan selokan rumah warga,“ ungkapnya.

Untuk pemantauanya dilakukan oleh seluruh anggota pramuka yang ada di ke 3 desa, kemudian dari laporan rutin, tim turun langsung ke desa dari 25 anggota SBH. Gerakan dan sistem itulah yang dijadikan materi percontohan dalam kompetisi SBH dan menang.

“Saya cukup bangga dengan Pramuka,“ tambahnya yang Puskesmasnya juga meraih juara pertama Ponkesdes tingkat Jatim Tahun 2012 dan Posyandu terbaik Tahun 2013. (*/gufron/mcb)

2 Comments on this Post

  1. Buat Dokter Aksie sukses ya….

    Reply
  2. ivon yuni irasari

    congratulation untuk dr Widya Aksita, semoga makin bermanfaat bagi sesama….

    Reply

Leave a Comment