Share

Empat Capaian Disnakertransos Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial Kabupaten Bojonegoro telah melakukan capaian kenerja dan kegiatan di tahun 2015 ini.

Kepala Disnaketransos, Adi Witjaksono, mengatakn, ada 4 bidang penting yang dikerjakan oleh Disnakertransos selama ini. Dia menyampaikan, bidang tersebut antara lain hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan. Dalam bidang ini Disnakertransos telah melaksanakan pemantauan pelaksanaan UMK Tahun 2015  (40 perusahaan), mengadakan Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan (50 perusahaan).

“Juga melakukan penyuluhan hubungan industrial kepada para pekerja dan jajaran majeman di perusahaan (46 perusahaan),” lanjutnya.

Selain itu, mengadakan bimtek pelayanan jasa catering yang sehat dan bersih (50 perusahan jasa catering), mengadakan tahapan penyusunan UMK 2016 yang sudah dimulai dengan survey KHL di 3 pasar tradisional (Banjarjo, Sumberejo dan Kalitidu).

Adi mengatakan, bidang kedua adalah  pengembangan, penempatan tenaga kerja dan transmigrasi. Dalam bidang ini Disnakertransos melaksanakan pelatihan kerja gratis kepada 12.000 orang dan sampai saat ini yang mendaftar sebanyak 10.860 orang (90.5%) dan 3.935 orang telah dilatih (32,8%) sisanya dilaksnakan pada semester ke-2 tahun 2015.

“Kami telah menyiapkan 25 KK untuk diberangkatkan ke wilayah Sumatera untuk mengikuti program transmigrasi,” ungkapnya.

Bidang ke ketiga, kata Adi, adalah bidang keagamaan dan Organisasi Sosial. Di bidang ini Disnakertransos telah mengadakan verifikasi penerima Jasmas untuk mushola, masjid, TPQ, TPA dan modin 90 % sudah cair, kegiatan pendampingan dan pemerdayaan karang taruna sudah 50 %, akreditasi LKSA atau panti asuhan sebanyak 21 lembaga sudah selesai (100%), pendataan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) bulan Juni selesai

“Serta persiapan kegiatan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dalam rangka safari Ramadhan sudah siap semua,” imbuhnya.

Sedangkan yang keempat adalah bidang bimbingan rehabilitasi sosial dan kesejahteraan sosial. Selain itu, pemutakhiran basis data terpadu 2015 bekerja sama dengan BPS sebagai dasar PPLS 2015, data terahir dari kecamatan sebanyak 148.000 selisih 29.000 dengan data tahun 2013 sebayak 118.354.

Adi menambahkan, pihaknya juga melaksanakan pengadaan Rumah Singgah berupa bantuan layanan tempat akomodasi dan konsumsi untuk pendampingan dan penderita rujukan Jamkesda, Jamkesmas dan TB Care Kabupaten Bojonegoro.(dwi/*mcb)

Leave a Comment