Share

Flaring Banyuurip Kembali Disosialisasikan

Bojonegoro (Media Center) – Menindakalnjuti sosialisasi pengoperasian suar bakar (flaring) di Tapak Sumur C Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kembali menggelar sosialisasi di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada Rabu (13/5/2015) kemarin.

“Sosialisasi ini sedikit terlambat karena flaring sudah beroperasi, tapi lebih  baik terlambat daripada tidak sama sekali,” ujar Kepala Desa Gayam, Winto pada kesempatan tersebut.

Dia berharap, dengan sosialisasi ini warga bisa menyampaikan aspirasi dan berbagai pertanyaan yang selama ini diajukan kepada pemerintah desa.

Sementara itu, perwakilan EMCL Ichwan Arifin dalam pemaparannya menegaskan bahwa pengoperasian suar bakar merupakan sesuatu yang biasa dalam proyek minyak dan gas. Suar bakar yang dioperasikan ini hanya bersifat sementara untuk aspek keselamatan bagi warga sekitar.

Selain keselamatan manusia, menurut Ichwan, keselamatan hewan ternak dan tanaman warga juga menjadi prioritas bagi EMCL untuk dijaga. Oleh karena itu kami melaksanakan beberapa program untuk mendampingi pengoperasian flaring ini. Yakni program pelayanan kesehatan secara berkala bagi warga desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan. Selain itu, untuk melindungi dan memantau ternak warga, dilaksanakan program posyandu sapi, juga melaksanakan program penghijauan di sekitar rumah warga terdekat dengan pengoperasian suar bakar yang dilaksanakan sejak 7 Januari 2015.

Saat ini EMCL sudah mengoperasikan suar bakar (flaring) di Tapak Sumur C yang termasuk wilayah desa Gayam dengan ijin maksimal pembakaran hingga 7,5 MMSCFD. Kemudian di Tapak Sumur B yang termasuk wilayah desa Mojodelik juga telah dioperasikan suar bakar dengan maksimal ijin hingga 23 MMSCFD.
Namun di Well pad C gas yang keluar hanya 3 sampai 4 MMSCFD, dan di Well pad B hanya sekitar 14 MMSCFD.
Rencananya, mulai bulan Juli hingga Desember 2015 EMCL akan mengoperasikan suar bakar dengan maksimal pembakaran hingga 70 MMSCFD. Saat ini ijin telah diajukan dan menunggu pengesahan dari Kementerian Lingkungan Hidup (BLH).

Menanggapi akan adanya bantuan beras selama pengoperasian suar bakar pada 70 MMSCFD, Saifudin, warga Dusun Temlokorejo Desa Gayam mengaku berterima kasih kepada EMCL.

Hanya saja, ketua koperasi 52KT tersebut berharap agar EMCL bisa terus mendampingi masyarakat terutama petani dalam mengembangkan pertaniannya.

Pihaknya menilai, selama ini program-program yang diterima warga dari EMCL sangat membantu mereka dalam meningkatkan perekonomian. Namun, warga butuh pendampingan yang lebih bersifat jangka panjang. Hal ini diamine oleh Narito dan Yusuf warga setempat. Menurut mereka, bertani masih menjadi andalah warga desa Gayam.(dwi/*mcb)

1 Comment on this Post

  1. Desa kami berjarak sekitar 1 kilometer di selatan lokasi flare banyuurip. Dengan Samben-Mojodelik hanya dibatasi sungai kali gandong. Kalau malam hari menjadi terang akibat cahaya flair pembakaran gas ini. Namun tak pernah terlibat dalam sosialisasi. Arah angin dari flare sering mengarah ke desa kami. Kami hanya mendapat suhu panas dan asapnya saja. Berbagai kekawatiran efek pembakaran sering muncul dalam perbincangan warga.
    Kapankah kekawatiran ini terjawab?

    Reply

Leave a Comment