Share

Gabah Bojonegoro Jadi Incaran Tengkulak Luar Daerah

Bojonegoro (Media Center) – Hasil panen padi di Kabupaten Bojonegoro menjadi incaran bagi tengkulak yang berasal dari luar daerah Bojonegoro. Para tengkulak dari berbagai daerah itu meliputi Kabupaten Jombang, Gresik, Banyuwangi, Blora dan Pati.

Tengkulak itu sengaja membeli gabah di Bojonegoro karena dinilai salah satu wilayah penghasil pangan potensial di Jawa Timur.

Budi, salah satu pedagang beras di pasar Kota Bojonegoro menduga, banyaknya tengkulak yang datang menyebabkan stok padi di Bojonegoro menjadi minim.

“Mungkin minimnya stok ini karena permainan oknum. Sehingga harga beras pun terus menunjukkan tren kenaikan,” ujarnya.

Menurut dia, minimnya ketersediaan barang disebabkan karena sejumlah faktor. Di antaranya, baru sebagian kecil padi petani setempat yang bisa dipanen. Selain itu, gabah hasil panen petani Bojonegoro banyak dibeli tengkulak dari luar daerah. Yakni, mulai dari sejumlah daerah di Jatim hingga tengkulak dari Jateng.

“Panen padi baru sebagian wilayah saja. Jadi pasokkan di pasar masih minim,” ujarnya, Jumat (27/02/2015).

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Basuki mengatakan, jika banyaknya tengkulak yang masuk ke Bojonegoro ini tidak bisa dielakkan lagi. Sebab, perdagangan beras sendiri berjalan bebas.

“Kita tidak bisa mengatur perdagangan gabah maupun beras,” ungkapnya terpisah.

Dia menambahkan, jika dirasa sudah diperlukan pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk menekan kelonjakan harga beras. Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bulog untuk menyediakan beras.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk menggelar operasi pasar,” terangnya.

Selain itu, kenaikan harga beras ini memang karena stok masih minim, sedangkan kebutuhan nasional meningkat. Di Kabupaten Bojonegoro sendiri yang sudah mulai panen padi baru disekitar Sungai Bengawan Solo. Pihaknya memprediksi, jika penurunan harga beras ini bisa terjadi jika sudah mulai memasuki musim panen raya.

“Panen raya baru pada Bulan Maret ini. Pemkab juga akan melakukan peningkatan produksi panen padi, konsekwensi sebagai daerah lumbung pangan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, harga beras di Pasar Kota Bojonegoro untuk kualitas IR 64 dijual dengan kisaran harga Rp 10.500-Rp 11.500 per kilogram. Sementara, untuk beras kualitas medium harga dipasaran berkisar Rp 9.500-Rp 10.000 per kilogram. Sebelumnya IR 64 hanya sebesar Rp 8.500 per kilogram, sementara medium berkisar Rp 7.800 per kilogram.  (rin/*acw)

Leave a Comment