Share

Gandeng Perhutani, Disbudpar Giatkan Wisata Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Jawa Timur, terus mendorong sektor wisata di wilayahnya agar dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat. Kali ini, tiga wisata dikerjasamakan antara lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) dengan Perhutani KPH Bojonegoro.

Tiga obyek wisata itu adalah wisata alam Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar; Watu Gandul, di wilayah Kecamatan Gondang; dan Water Fun Growgolan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) diteken Administratur Perhutani KPH Bojonegoro dengan perwakilan LMDH dengan disaksikan Asisten II Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Setyo Yuliono, Kepala Disbudpar Amir Syahid, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Nuzulul Hudaya di salah satu rumah makan di Jalan Gadjah Mada, Rabu (22/6).

Acara yang dikemas dengan Silaturahmi Pariwisata Bojonegoro ini juga dihadiri para pelaku wisata mulai pramuwisata, travel, gaek, pemandu, kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Juga camat dan kepala desa yang wilayahnya memiliki potensi wisata.

Asisten II Setyo Yuliono mengatakan penandatanganan kerjasama ini merupakan bentuk sinergi dalam memajukan wisata di Bojonegoro. Dia berharap, sinergi ini tidak hanya dilakukan dengan Perhutani, tapi juga kepada pemilik jasa yang ada di Bojonegoro seperti perhotelan, travel, rumah makan.

“Jadi harus dekat dengan mereka. Karena sektor wisata tidak bisa dipisahkan dengan jasa itu. Apalagi di sini akan banyak hotel yang berdiri,” ujar mantan Camat Gayam itu.

Setyo Yuliono juga berpesan agar pelaku wisata juga mampu menangkap moment untuk menggaet wisatawan. Semisal libur panjang lebaran nanti harus mempersiapkan wisata kuliner.

“Selain masakan, juga kemasan. Jadi harus memiliki konsep,” sarannya.

Ditempat yang sama, Supervisior Pariwasata Perhutani KPH Bojonegoro, Markum menjelaskan, perjanjian kerja sama yang dilakukan antara LMDH dengan Perhutani adalah pemanfaatan lahan. Dengan sistim bagi hasil 65% untuk LMDH, dan 35% perhutani.

“Dalam kerjasama ini tidak boleh megubah maanfaat dan fungsi hutan. Hanya menggunakan panoramanya, dan tetap harus menjaga kelestarian hutan,” sambung Markum.

Selain tiga obyek wisata itu, rencananya ada sejumlah wisata di kawasan hutan KPH Bojonegoro yang akan dikerjasamakan lagi dalam waktu dekat. Yakni obyek wisata alam Banyu Kuning, Kedung Maor, dan Air Terjun Krondonan.

“Kita akan evaluasi dulu hasil kerja sama tiga obyek wisata itu. Jika baik, akan berlanjut ke obyek wisata lainnya di kawasan hutan,” pungkas
Kepala Urusan Komunikasi Perusahaan (Kaur Komper) Perhutani KPH Bojonegoro itu.(dwi/mcb)

Leave a Comment