Share

Gedung Serbaguna Sudah Dimanfaatkan Pengungsi

Bojonegoro (Media Center) – Gedung Serbaguna, milik Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), sudah dimanfaatkan pengungsi korban banjir Bengawan Solo, sejak Minggu pagi.

“Saya sudah di disini sejak pagi tadi bersama dengan sejumlah warga,” kata seorang pengungsi asal Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, Bojonegoro Sulasih (51), yang sedang di ruangan jaga gedung setempat.

Warga, katanya, tahu kalau gedung Serbaguna yang dimanfaatkan acara pengantin bisa dimanfaatkan pengungsi, karena hanya dimanfaatkan separuhnya.

“Tapi sebagian pengungsi lainnya menunggu rampungnya acara pengantin. Saat ini pengungsi menunggu di luar gedung,” jelasnya.

Sementara itu, keluarga pengantin di Gedung Serbaguna Djoko Prasetyo menjelaskan pihaknya tidak memanfaatkan seluruh gedung Serbaguna untuk kegiatan pengantin, disebabkan terjadi banjir luapan Bengawan Solo.

“Kami tahu kok ada banjir, sehingga gedung tidak kami manfaatkan seluruhnya. Sebagian pengungsi sudah ada yang memanfaatkan lokasi gedung Serbaguna yang tidak kami manfaatkan untuk acara pengantin,” tuturnya.

Sementara itu, gedung pengungsi yang diberi nama Evakuasi Taman Bahagia (Etaba) di Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk, juga belum dimanfaatkan pengungsi korban banjir luapan sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat.

“Warga belum mengungsi, sebab banjir belum parah,” jelas penjaga gedung Etaba Yadi, menegaskan.

Meski demikian, katanya, Gedung Etaba sudah dipersiakan untuk menampung para pengungsi, kalau memang sewaktu-waktu ada pengungsi datang.

“Perhitungan kami gedung ini mampu menampung 600 kepala keluarga (KK),” katanya, memperkirakan.

Ia menjelaskan pengungsi yang kemungkinan akan menempati Gedung Etaba, antara lain, warga Desa Mori, Padang, Trucuk, Sranak, Guyangan dan sekitarnya di Kecamatan Trucuk.

“Saat ini ada 10 kamar mandi dilengkapi air bersih lebih dari cukup,” ucapnya.

Gedung Etaba dibangun di atas tanah seluas 1 hektare yang dibangun tahun ini dipersiapkan untuk menampung pengungsi banjir Bengawan Solo atas bantuan Badan Nasinal Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp1,5 miliar.

Leave a Comment