Share

Gelar Aksi Mogok, Ratusan Buruh Rokok di-PHK

Ratusan buruh pekerja di perusahaan rokok lokal di Desa Tawang, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro melakukan aksi demo menuntut kenaikan gaji mereka, serta menolak mutasi sejumlah karyawan ke perusahaan lain. Hal ini berbuntut ratusan buruh yang mengikuti aksi demo diputus hungungan kerjanya (PHK) oleh pihak perusahaan, Rabu (3/12/2014).

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan buruh pekerja di perusahaan rokok lokal di Desa Tawang, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro melakukan aksi demo menuntut kenaikan gaji mereka, serta menolak mutasi sejumlah karyawan ke perusahaan lain. Hal ini berbuntut ratusan buruh yang mengikuti aksi demo diputus hungungan kerjanya (PHK) oleh pihak perusahaan, Rabu (3/12/2014).

Sukirna, salah satu buruh menjelaskan, awalnya, para buruh mulai melakukan aksi mogok kerja pada Minggu (30/11/2014) lalu. Aksi ini menuntut kenaikan upah buruh yang hanya Rp600 ribu/bulan. Selain itu juga menolak mutasi beberapa rekannya. Sayangnya, aksi ini berbuntut PHK massal oleh perusahaan.

“Tuntutan kami meminta agar dinaikannya gaji para buruh, ada sebagian yang sudah di PHK agar diberikan uang pesangon, sesuai undang-undang kan ada pesangonnya jika karyawan di PHK. Tetapi sekarang malah 100 orang lebih yang di PHK,” ujarnya.

Ia mengaku jika perusahaan sudah memberikan tanggapan pasca melakukan aksi mogok sejak Minggu kemarin dan akan mengusahakan memenuhi tuntutan para buruh. Namun, kabar terakhir yang diterima para buruh, mulai hari ini sebanyak 100 buruh lebih di PHK dengan alasan melakukan mogok berkelanjutan.

“Kabar terakhir dari perusahaan, kami semua yang melakukan aksi ini telah di PHK. Besok kami akan mengadukan masalah ini ke Disnakerstransos Bojonegoro dengan harapan dapat memediasi masalah ini agar kami tidak berhenti bekerja,” pungkasnya.

Sementara itu, HRD 369 Joko Hanuri mengaku jika aksi para buruh ini membuat para peserta aksi mogok dan tak bekerja selama lebih dari tiga hari. “Mereka sudah melakukan mogok kerja selama tiga hari, maka dari itu mereka kita anggap telah mengundurkan diri dari perusahaan atau langsung kita PHK,” ujarnya.(**mcb)

Leave a Comment