Share

Gelar Festival Watu Aji, Disbudpar Gandeng Perajin Akik

Bojonegoro (Media Center) – Saat ini, kegemaran akan batu akik menjadi fenomena sosial di Indonesia, tak terkecuali di Bojonegoro. Kaum pria dari berbagai kalangan mulai menggemari batu akik sebagai hobi hingga investasi.

Melihat situasi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro merencanakan Festival Watu Aji. Rencananya, festival ini akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Maret, Namun belum ditentukan tempatnya lantaran lokasi awal yakni Kayangan Api, akan direhab.

Suyanto, Kabid Pengembangan dan Pelestarian Budaya, Disbudpar, mengatakan, pemkab akan menggandeng beberapa perajin batu akik lokal. Ia menuturkan, beberapa daerah di Bojonegoro menjadi sentra perajin yang cukup populer di kalangan pecinta baru akik yakni di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu serta di Kecamatan Temayang.

Suyanto menjelaskan, Kabupaten Bojonegoro memilki potensi sebagai daerah penghasil batu akik berkualitas. Ia menyebutkan, Desa Wotanngare menjadi salah satu spot berburu batu akik yang cukup berkualitas.

“Karena Bojonegoro kontur tanah yang selalu bergerak, jadi banyak ditemukan batuan untuk bahan batu akik. Yang paling ramai di Wotangare,” tuturnya.

Untuk konsep Festival Watu aji ini, Suyanto mengaku bakal mengusung bentuk mentah dari yang kini tengah digandrungi kaum pria. Selanjutnya, akan diperlihatkan proses pembuatan hingga hasil jadi dengan mengandalkan para perajin asli Bojonegoro.

“Selain mengenalkan wujud mentah batu akik, festival ini juga mengangkat potensi para perajin,” tambahnya lagi.

Tak hanya menunjukkan bahan mentah serta proses pembuatannya, Suyanto menyebutkan, festival tersebut akan menampilkan berbagai jenis batu akik berkualitas, seperti bacan, sulaiman madu cokelat, rubi merah-ungu, badar besi hitam, serta jenis batu lainnya.

“Batu-batu itu diadu keindahannya di festival,” ujar Suyanto. (lya/*acw)

Leave a Comment