Share

Genjot Produksi Ditengah Turunnya Harga Minyak Dunia

Bojonegoro (Media Center) – Operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), tetap menargetkan dapat melaksanakan produksi puncak Banyuurip sebanyak 165 ribu barel per hari (Bph) tahun 2015. Meskipun saat ini harga minyak dunia cenderung turun.

“Tak ada perubahan. Produksi puncak tetap kita upayakan terlaksana tahun ini,” kata Rexy Mawardijaya, Field Public and Government Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) saat membuka Lokakarya Jurnalistik tentang Migas yang diikuti sejumlah wartawan dari Bojonegoro dan Tuban di Tanjung Hotel Kodok and Resort.

Rexy menyatakan, meski harga minyak dunia sekarang ini tengah mengalami penurunan, namun tak berpengaruh dengan kegiatan produksi yang sedang dilakukan di Lapangan Banyuurip.

“Saat harga minyak dunia turun di level 40 USD per barel, Vice Presiden ExxonMobil telah bertemu dengan Pak Presiden Jokowi membahas masalah tersebut. Dalam pertemuan itu Pak Jokowi juga menanyakan apakah Exxon akan mengurangi investasinya di Indonesia? VP ExxonMobil mengatakan, Exxon tidak akan megurangi investasi dan tetap berupaya melaksanakan produksi pucak Banyuurip tahun ini,” kata Rexy, mengungkapkan.

Sekarang ini, produksi minyak Banyuurip terus meningkat hingga mencapai lebih dari 75 ribu bph. Produksi itu berasal dari 40 sumur di tapak sumur (well pad) B dan C. Semetara 8 sumur di tapak sumur A sedang dilakukan pemboran.

Produksi minyak mentah Banyuurip sendiri telah di alirkan ke tangki penampungan bernama Gagak Rimang yang terapung di tengah laut Palang di Kabupaten Tuban melalui pipa 20 inci sepanjang 95 kilometer (KM). Dari produksi yang tertampung itu sebanyak 450 ribu barel telah diambil Pertamina untuk di bawa ke Cirebon, Jawa Barat, meggunakan Kapal Gunung Gelis.

“Lifting pertama minyak Banyuurip sudah dilakukan pada 12 April lalu,” kata Rexy.

Informasi yang diperoleh, sejak melakukan kegiatan di Indonesia pada 1968, ExxonMobil Oil telah berinvestasi sebanyak $ 20 miliar USD. Jumlah investasi itu diperkirakan telah meningkat. Karena untuk pengembangan Lapangan Banyuurip sendiri investasi yang dikeluarkan mencapai sekira $ 2,9 juta USD.(dwi/*mcb)

Leave a Comment