Share

Gorong-gorong Tersumbat Sebabkan Banjir di Tengah Kota

Bojonegoro, 18/1 (Media Center) – Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Cipta Karya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menyatakan, telah melakukan kajian yang dinamakan survei investigasi desain untuk gorong-gorong yang ada di wilayah perkotaan Bojonegoro.

“Ada beberapa hal, kenapa saat musim hujan air tidak bisa mengalir lancar dan menimbulkan banjir atau genangan di tengah kota,” kata Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Cipta Karya, Welly Fitrama.

Penyebab terjadinya banjir tersebit, lanjut Welly diantaranya, adanya sedimentasi yang cukup tinggi. Kemudian adanya tumpukan sampah yang jumlahnya cukup banyak di sepanjang gorong-gorong sehingga menimbulkan penyumbatan aliran air.

“Dan yang paling penting itu, karena busem atau penampungan air sementara sudah banyak yang ebrkurang akibat dibangunnya perumahan atau bangunan perkantoran,” tandasnya.

Pihaknya mengaku, sudah melakukan upaya normalisasi terhadap gorong-gorong tersebut dengan cara pengerukan. Akan tetapi, hal itu tidak bisa dilakukan secara maksimal karena terbentur anggaran.

“Panjang gorong-gorong di Bojonegoro yang butuh diperbaiki atau normalisasi ada sekitar 100 kilometer,” imbuhnya.(*dwi/mcb)

Dari 100 Kilometer itu, membutuhkan anggaran sebesar Rp30 miliar setiap wilayah. Sedangkan untuk tahun ini, masih menunggu perhitungan terlebih dahulu sebelum pengesahan APBD 2018.

Leave a Comment