Share

H-4 Lebaran, Dump Truk Dilarang Beroperasi

Larangan beroperasi untuk kendaraan berat dan Dump Truk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai diberlakukan pada H-4 (Kamis, 24 Juli 2014) hingga H+1 lebaran (Rabu, 30 Juli 2014). Peraturan ini telah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro setelah menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Bojonegoro (Media Center) – Larangan beroperasi untuk kendaraan berat dan Dump Truk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai diberlakukan pada H-4 (Kamis, 24 Juli 2014) hingga H+1 lebaran (Rabu, 30 Juli 2014). Peraturan ini telah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro setelah menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Iskandar, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, menjelaskan bahwa kendaraan berat yang dilarang beroperasi adalah semua jenis kendaraan angkutan barang kecuali angkutan ternak, bahan makanan dan BBM. Sementara dengan keberadaan industri pengeboran minyak bumi dan gas (migas) di Kabupaten Bojonegoro, ia menyatakan ada pemberian dispensasi kepada pihak yang mengajukan.

“Dispensasi akan kami berikan jika ada pengajuan terlebih dahulu,” imbuhnya. Hingga saat ini, dari beberapa perusahaan migas yang ada di Bojonegoro, baru ada pengajuan dispensasi dari Pertamina EP yang telah disetujui. Sementara perusahaan migas lainnya belum mengajukan permohonan untuk kendaran angkutnya.

Iskandar menegaskan, bagi perusahaan migas yang ingin kendaraan pengangkut minyaknya tetap beroperasi harus mengajukan dispensasi terlebih dahulu kepada pihak Dishub. “Karena yang diangkut minyak mentah, maka akan ada dispensasi,” tutupnya. (**mcb)

Leave a Comment