Share

Harga Beras di Bojonegoro Semakin Tinggi

Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro saat ini masih cukup tinggi. Bahkan, sejak dua bulan terakhir, harga beras naik antara Rp200-Rp500 per kilogram. Diperkirakan, hal ini lantaran minimnya hasil panen petani yang rata-rata baru memasuki masa tanam di awal musim penghujan ini.

Bojonegoro (Media Center) – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro saat ini masih cukup tinggi. Bahkan, sejak dua bulan terakhir, harga beras naik antara Rp200-Rp500 per kilogram. Diperkirakan, hal ini lantaran minimnya hasil panen petani yang rata-rata baru memasuki masa tanam di awal musim penghujan ini.

Saat ini, harga jual beras kualutas sedang berada di kisaran Rp8.500 per kilogram. Sementara kualitas biasa seharga Rp7.500 per kilogram. Hal ini diakatan Ahmad, salah satu pedagang beras di Pasar Banjarejo, Bojonegoro.

“Kalau beras poles dengan kualitas bagus harganya sampai Rp9.500 per kilogram,” ujar warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas tersebut.

Ia juga mengaku, jika dalam dua bulan terakhir harga beras naik secara bertahap. Dikatakan, kenaikan harga beras ini mulai Rp200 hingga Rp500 per kilogramnya. Ia menduga, kenaikan harga beras itu dikarenakan dampak musim kemarau yang membuat petani tidak menanam padi.

Tingginya harga beras ini, menurutnya tidak membuat penjualan beras miliknya turun. Mengingat beras merupakan kebutuhan bahan pokok utama. “Mau tidak mau ya masyarakat tetap beli, soalnya nasi bahan utama makan sehari-hari,” tambahnya.(**mcb)

Leave a Comment