Share

Harga Beras Masih Tinggi, Bulog Keluarkan CBP

Rencana penyaluran CBP ini akan dilakukan di Pasar Banjarejo, Pasar Kota Bojonegoro, Pasar Sumberejo, Pasar Kedungadem dan Pasar Kepohbaru. Penyaluran telah dimulai pada awal Januari 2015.

Bojonegoro (Media Center) – Harga bahan pangan di Kabupaten Bojonegoro masih cukup tinggi. Seperti harga beras kualitas standar saat ini berada di kisaran harga Rp 9 ribu/kilogram.

Seperti diakui Lisin, salah satu pedagang beras di Pasar Kota Bojonegoro. Menurutnya, kenaikan harga beras jenis 64 ini mencapai harga Rp 9 ribu/kilogram sejak usai Idul Fitri lalu.

“Sebelumnya harga hanya Rp 7.800/kilogram,” jelasnya.

Kenaikan ini lantaran pemasok dari wilayah Bojonegoro kehabisan stok saat musim kemarau, sementara saat ini enggan menanam padi karena takut gagal panen akibat banjir yang melanda Bojonegoro saat Sungai Bengawan Solo meluap.

Tingginya harga beras di pasaran ini membuat pihak pemerintah melalui Bulog mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dalam penyaluran CBP ini, Bulog melibatkan pihak ketiga, dimana pembayarannya langsung ke pusat. Kemudian didistribusikan dengan harga dari Bulog.

Didik Hari, Kasi Usaha Sarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro menjelaskan, untuk harga pengambilan sesuai ketetapan pemerintah adalah sebesar Rp6.800/kilogram. Kewajiban harga adalah sebesar Rp600 diatas harga pemerintah dan tergantung wilayah distribusi, sehingga harga di masyarakat sebesar Rp7.400/kilogram. Harga ini lebih rendah daripada harga di pasar trandisional yakni Rp9 ribu/kilogram.

Rencana penyaluran CBP ini akan dilakukan di Pasar Banjarejo, Pasar Kota Bojonegoro, Pasar Sumberejo, Pasar Kedungadem dan Pasar Kepohbaru. Penyaluran telah dimulai pada awal Januari 2015.

“Untuk sehari, kami sediakan stok awal sebanyak 1.500 kg/hari di masing-masing pasar,” sambung Didik.(**mcb)

Leave a Comment