Share

Harga Beras Naik, Disperindag Dorong Bulog Gelar Operasi Pasar

Bojonegoro (Media Center) – Tibanya masa panen  tak membuat harga beras di Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan. Bahkan, saat ini harga beras di pasaran meningkat hingga lebih dari 20%.

Hal ini tentu saja dikeluhkan oleh para pembeli. Tak hanya itu, para pedagang juga menyebutkan, mahalnya harga beras ini membuat penjualan menurun dibanding sebelumnya.

“Para pembeli biasanya membeli beras langsung dalam jumlah banyak. Namun saat ini, karena mahal para pembeli hanya membeli 1-2 kilo saja,” keluh Eni, Pedagang beras di Pasar  Banjarejo.

Seperti diketahui, harga beras terus mengalami kenaikan setiap hari sejak seminggu terakhir.

Basuki, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, mengatakan, kenaikan rata-rata sebesar Rp200 hingga Rp300/kilogram setiap hari. Kenaikan harga beras ini diduga banyaknya petani yang gagal panen lantaran tanaman padi yang terendam banjir.

“Jadi sampai saat ini kenaikan rata-rata 10% dari harga normal,” ujarnya, Selasa (24/2/2015).

Ia menegaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Bulog untuk segera melakukan operasi pasar. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan harga pada angka normal.

Basuki mengaku, sebelumnya, operasi pasar juga telah dilakukan pada Januari lalu. Namun, pihaknya mendorong agar dilakukan operasi pasar lanjutan melihat kondisi di pasar saat ini.

“Padahal operasi pasar periode Januari baru saja selesai, tapi saat ini tetap kita dorong agar Bulog melakukan operasi pasar lagi,” pungkas mantan Kabag Kesra ini. (lya/*acw)

Leave a Comment