Share

Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Pemerintah Kendalikan Harga

Bojonegoro (Media Center) – Harga gabah hasil panen padi di tingkat petani di Kabupaten Bojonegoro terus anjlok selama musim panen tahun ini. Para petani berharap pemerintah turun tangan menjaga dan mengendalikan harga gabah hasil panen agar tetap stabil.

Sugiyanto, petani di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari misalnya terlihat sedang memanen padi di lahan sawah seluas satu hektare di dekat Waduk Blibis. Menurutnya, harga jual gabah hasil panen di tingkat petani kini juga anjlok. Pada awal musim panen dulu harga jual gabah di kisaran Rp4.200/kilogram. Kemudian, memasuki panen raya padi harga jual gabah terus anjlok yakni di kisaran Rp3.500/kg, lalu turun lagi Rp3.200/kg dan kini anjlok lagi di kisaran Rp3.000/kg.

“Harga jual gabah hasil panen terus anjlok. Akibatnya, petani merugi dan tidak cukup untuk biaya tanam kedua,” ujarnya.

Namun, hasil panen padi di lahan sawahnya tidak maksimal. Satu hektare lahan itu hanya mampu menghasilkan gabah sebanyak 3 ton. Padahal kalau normal satu hektare lahan sawah itu mampu menghasilkan 7-8 ton gabah.

“Hasil panen padi kali ini jeblok. Sebab, padi diserang hama potong leher,” ujarnya sambil menebas batang padi di sawahnya.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Djupari, saat ini lahan persawahan di wilayah Bojonegoro yang panen padi hampir habis. Saat ini, kata dia, sebanyak 103 ribu hektare lahan sawah di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo dan di daerah lainnya mulai tanam padi kedua.

Menurutnya, hasil panen padi di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro selama musim hujan tahun ini cukup berhasil. Sebab, lahan sawah di daerah bantaran yang biasanya selalu tergenang banjir luapan sungai kini berhasil panen.

“Saya yakin tahun ini bisa memenuhi target produksi padi,” ujarnya.(lya/*mcb)

Leave a Comment