Share

IKKON Bekraf Kembangan Desain Bersama Perajin Bojonegoro

Bojonegoro, 21/8 (Media Center) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia mulai berkolaborasi dengan para perajin dan masyarakat Bojonegoro. Melalui program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON), Bekraf mengirimkan tim yang tinggal di Bojonegoro selama bulan Juli hingga Oktober. Tim IKKON Bojonegoro telah menjalani tahap survei potensi lokal bulan Juli lalu dan bulan Oktober ini akan melakukan tahap proses desain dan pra produksi.

Tim IKKON Bojonegoro pada kunjungan kedua mulai membagi tim dan tinggal di rumah-rumah warga untuk pengembangan ide. Yakni pada 11-16 Agustus kemarin ada yang tinggal di Rendeng untuk eksplore gerabah, lalu ke Jari buat eksplore onyx, ada yang di Dolokgede juga di Jono untuk yang fashion dan tekstil.

“Kami juga mengadakan workshop desain grafis dan fotografi untuk kemasan produk di UPT Pengembangan Industri pada hari ini pukul 13.0-16.00,” ucap Anastasia Sulemantoro, Manager Lapangan tim IKKON.

Pada tahap ini, Tim IKKON memberikan materi pengembangan ide, brainstorming tema kemudian melakukan eksplorasi pengembangan material terus menerjemahkan ke mood board.

“Rencananya di Desa Dolokgede dan Desa Jono, kami akan melakukan pengembangan variasi produk ke arah fashion, interior juga souvenir,” ujar Ni Putu Padmi dari tim fashion dan tekstil IKKON.

Selain pengembangan potensi batu onyx, batik dan gerabah, tim IKKON juga berencana untuk berkolaborasi dengan perajin anyaman pandan di Tondomulo dan limbah kayu jati di Sukorejo, namun tidak menutup kemungkinan akan merambah ke daerah lain.

Ditambahkan Annisa Fauziah dari tim fashion dan tekstil IKKON, pihaknya juga berkolaborasi dengan SMKN 1 Bojonegoro untuk memberikan materi pengembangan ide, trend forecasting juga pembuatan sketsa untuk fashion.

“Hari ini kami ke perajin anyaman pandan di Tondomulo, kemudian Minggu ke Dolokgede lagi, lusanya ke Jono,” tegasnya.

Tim yang berlatar belakang keilmuan di bidang fashion, produk, tekstil, grafis, arsitek, interior, media, manajemen bisnis, antropologi, fotografi hingga video akan melakukan berbagai langkah pendekatan, pembelajaran, pendampingan guna mengembangkan industri kreatif berbasis potensi lokal.(*dwi/mcb)

Leave a Comment