Share

Ingatkan Pembangunan Waduk Gongseng Tak Rusak Lingkungan

Bojonegoro (Media Center) РDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mulai mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan pada aktifitas galian C di Desa Jari dan Desa Krondonan, Kecamatan Gondang menyusul akan dilakukannya pembangunan Waduk Gongseng  yang dipastikan membutuhkan material tanah pedel.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, mengatakan, untuk mengantisipasi penggunaan tanah pedal secara besar-besaran, pihaknya telah meninjau lokasi tambang galian C di Desa Jari dan Krondonan untuk melihat potensi kekayaan alam yang dapat memberikan pemasukan daerah.

“Jangan sampai, nanti lokasi yang memiliki potensi alam merusak lingkungan sekitar dan menimbulkan bencana seperti banjir bandang atau longsor,” pesan Anam.

Politisi Partai Gerinda itu mengungkapkan, sesuai hasil tinjauan di lapangan, tanah yang lokasinya berdekatan dengan Waduk Gongseng memiliki kualitas bagus. Karena tanahnya berwarna kuning bercampur pasir sehingga berpotensi dieksploitasi besar-besaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Edi Susanto, menyampaikan, pembangunan Waduk Gongseng di Desa Kedungsari dan Papringan, Kecamatan Temayang sangat dibutuhkan.  Mengingat, keberadaan Waduk Pacal Bojonegoro sudah tak berfungsi maksimal akibat terjadi pendangkalan sekitar 200 ribu meter kubik per tahun.

‚ÄúKalau dilakukan pengerukan akan memakan biaya besar, jadi lebih baik membangun baru,” sambung Edi dikonfirmasi terpisah.

Dia berharap pembangunan Waduk Gongseng  bisa dilaksanakan dengan lancar.  Karena untuk anggaran pembangunannya dilakukan secara sharing antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

‚ÄúAnggarannya kalau tidak salah sekitar Rp 450 Miliar, semoga bisa berjalan lancar,‚ÄĚ tukasnya.(Wed/dwi)

Leave a Comment