Share

Ini Usul Suyoto Pada Jokowi Soal Kebencanaan

Bojonegoro (Media Center) – Tingginya potensi bencana di Bojonegoro, terutama banjir baik akibat luapan sungai Bengawan Solo, banjir genangan maupun banjir bandang membuat Bupati Bojonegoro, Suyoto mencari langkah solutif untuk menangani bencana dalam jangka panjang.

Salah satu yang saat ini tengah dilakukan adalah proses pembangunan Waduk Gongseng yang berada di Desa Kedungsari dan Papringan, Kecamatan Temayang. Tak hanya sebagai penyedia air, waduk dengan daya tampung mencapai 22 juta meter kubik ini juga sebagai penampung air saat musim penghujan.

Proses panjang pembangunan waduk penyokong Waduk Pacal ini, menurut Suyoto ada pada tahap pengurusan tata kelola lahan yang memakan waktu sekitar 2 tahun. Menurutnya, proses ini terlalu berbelit-belit hanya untuk mengurus penggunaan lahan.

“Saya sudah usulkan langsung kepada presiden Jokowi agar dibuat undang-undang khusus untuk pembangunan yang berkaitan hajat masyarakat yang diteken oleh Presiden dan DPR. Jadi nanti semua regulasi tinggal mengikuti,” ujarnya saat pemaparan di depan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sabtu lalu (14/2).

Suyoto menambahkan, selama ini semua pembangunan melalui proses yang terlalu panjang. Terutama saat pengurusan lahan mulai dari pembebasan, sistem pinjam pakai dan lainnya.

“Kalau sudah ada undang-undang atau Kepres yang dipermudah, kita tak perlu menghabiskan 2 tahun terengah-engah menggarap tata kelola atau pinjam pakai lahan,” ujar pria yang juga ketua DPW PAN Jawa Timur itu.

Bupati Bojonegoro 2 periode itu menuturkan, selain faktor alam, bencana yang terjadi di Bojonegoro terutama akibat banjir bandang dan banjir genangan juga disebabkan adanya pembangunan yang tidak tepat dan terlalu mepet. Menurutnya, bencana ini bisa dicegah bila ada sinergi langsung dari pemerintah pusat seperti Presiden dan kementerian. Misalnya, penggunaan lahan untuk kebencanaan dan ketahanan pangan yang peraturannya diatur secara khusus.

“Nanti kementerian terkait tinggal follow up dan semua regulasi harus tunduk dengan undang-undang ini. Jadi semuanya bisa lebih mudah,” tandasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment