Share

Inovasi IKM Bojonegoro, Sulap Krokot Jadi Kopi Milenial

Bojonegoro – Tanaman krokot dikenal sebagai gulma bagi para petani. Namun di tangan Sofi Qurota Ayuni, gadis asal Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro, krokot diubah menjadi produk olahan kopi. Hasil kreasinya ini ternyata banyak digemari masyarakat.
Kreativitas Sofi ini berawal dari amatannya akan pesatnya bisnis kopi dan budaya minum kopi di masyarakat. Sofi kemudian berinovasi memadukan biji kopi dengan tumbuhan krokot yang menghasilkan rasa kopi yang unik yang diberi nama PO Coffe.
Sofi menjelaskan PO Coffee merupakan perpaduan kopi dengan tumbuhan yang memiliki nama latin Portulaca Oleracea. Tumbuhan yang dianggap sebagai gulma dapat diolah dan dikonsumsi sehari-hari. Dari ide tersebut ia mencoba mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tingkat kampus, Program Wirausaha Mahasiswa tingkat Vokasi (PWMV) dari Kemeristekdikti dan lolos pendanaan.
“Kami juga mengikuti perlombaan Uniska National Inovation Chalange (UNIC) dan produk kami juga mendapatkan juara 3,” ucapnya.
Proses pembuatan PO Coffe yang dilakukan adalah menyortir tanaman krokot yang diambil dari tempat pengepul. Soal mengumpulkan bahan, ia bekerja sama dengan para petani di daerah Sugihwaras. Langkah selanjutnya memotong tanaman krokot yang lolos penyortiran dengan tebal batang krokot kurang lebih 1 cm. Setelah dipotong tanaman krokot dicuci sebanyak 3 kali.
“Selanjutnya kita masuk dalam proses pengeringan tanaman krokot. Ada dua metode pengeringan yang kami lakukan,” terangnya.
Metode pertama mengeringkan dengan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Setelah kandungan air 95 persen berkurang. Masuk metode yang kedua yaitu menggunakan oven dengan bahan bakar Liquified Petroleum Gas (LPG).
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi pemakaian gas untuk proses produksi. Bagi adonan menjadi tiga bagian Kemudian tanaman krokot yang sudah kering disimpan dalam wadah kaleng kedap udara untuk menjaga kestabilannya agar tidak menjamur.
“Lalu kita melakukan roasting pada kopi dan setelah kematangan kopi mencapai 50 persen tambahkan jahe yang sudah dipotong tipis kurang lebih 0.1 cm,” terangnya.
Untuk membuat PO Coffe varian Original ia mencampurkan kopi yang sudah digoreng dengan Tanaman Krokot yang sudah kering dengan perbandingan 2 : 1. Sedangkan untuk membuat PO Coffe varian Latte mencampurkan Kopi, Tanaman Krokot, Creamer dan susu dengan perbandingan 3 : 4 : 2 : 2.
“Sebelum proses pencampurannya, Tanaman Krokot dan Kopi kita masukkan dalam mesin grinder untuk dihaluskan.
Sebelum kopi dimasukkan pada kemasan, timbang terlebih dahulu hingga berat bersih 150 gr dan setelah sesuai dengan berat bersih kemudian press kemasan dengan alat press berupa sealer,” tuturnya.
Untuk produksinya sendiri dibuat dalam skala per minggu karena ini merupakan produk baru sehingga perlu adanya branding terlebih dahulu agar selanjutnya proses produksi harian bisa dilakukan dengan pembeli dan permintaan pelanggan yang banyak. “Sehingga kerugian di awal pemasaran bisa diminimalisir,” tutur Sofi.
Produksi PO Coffe sekitar 100 pcs per minggu, dengan omset mencapai kurang lebih Rp5 juta. Untuk pemasaran ia menggunakan pemasaran secara online dan offline. Untuk pemasaran secara online Sofi menggunakan social media serta marketplace. Untuk akun Instagram yaitu po.coffee_ atau Akun Shopee PO COFFEE E-mail dan WhatsApp PO COFFEE serta Sistem Pembayaran Dompet Digital Untuk informasi lebih jelas mengenai produk PO COFFEE, calon pelanggan dapat langsung mengirimkan pesan melalui email atau WhatsApp admin PO COFFEE. Pada pembelian sistem transfer menggunakan dompet digital seperti BRI/LinkAja/Dana/OVO.
Selain pemasaran online, juga telah melakukan pemasaran offline seperti di alun-alun Bojonegoro. Alamat produksi sendiri berada di Jl. Simpang Tiga Dsn. Krajan Rt. 15 Rw. 05 Ds. Galagahwangi Kec. Sugihwaras Kab Bojonegoro, ID 62183. [fif/nn/cs]

Leave a Comment