Share

Investor Sumur Tua Banyak Dari Jakarta

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Bojonegoro menyebutkan, penambangan sumur tua di Kecamatan Kedewan banyak yang dikerjakan oleh investor dari luar daerah bahkan di dominasi dari Jakarta.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Bojonegoro menyebutkan, penambangan sumur tua di Kecamatan Kedewan banyak yang dikerjakan oleh investor dari luar daerah bahkan di dominasi dari Jakarta.

Kepala Bagian Pertambangan dan Migas, Sutanto, menyatakan, selain dari Jakarta sempat juga ada dari negara jiran seperti Malaysia dan Philipina ikut andil dalam mengelola sumur tua.

Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan adanya revisi Peraturan Menteri No 1 tahun 2008 terkait pengelolaan sumur tua, dimana Pemerintah Kabupaten memiliki wewenang dalam melakukan pengawasan dan pembinaan di dalam pengelolaannya.

“Banyak sekali pelanggaran yang terjadi, karena kebanyakan aktivitas penambangan sumur tua tidak memiliki ijin,” tegasnya.

Sutanto menambahkan, apabila tidak ada regulasi dalam pengelolaan sumur tua maka kondisinya akan terus seperti ini diantaranya aktivitas pengeboran baru maupun pendalaman sumur, pencemaran lingkungan, kerusakan lingkungan baik ekosistem hewani dan hayati.

“Aliran limbah berupa minyak yang membentuk sungai kecil ini, larinya ya ke sungai bengawan solo. Dan itu akan menggangu dan merusak ekosistem di dalamnya,” tukasnya.

Dia menyatakan, pihak Pertamina EP Asset IV terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran dalam pelaksanaan penambangan sumur tua. Bahkan, selalu melimpahkan kesalahan kepada Koperasi Unit Desa yang membawahi para penambang dan investornya.

“Kalau kami melihatnya, KUD itu jelas-jelas melanggar, kenapa tidak langsung memutus kontraknya saja,” tandasnya. (re/*acw)

Leave a Comment