Share

IPB: Nyemprot Wereng Coklat Justru Membuat Populasinya Meledak

“Kalau wereng batang coklat disemprot, itu seperti menyiram kebakaran dengan bensin,” kata Dr Ir Hermanu Triwidodo MSc

Bojonegoro (Media Center) – “Kalau wereng batang coklat disemprot, itu seperti menyiram kebakaran dengan bensin,” kata Dr Ir Hermanu Triwidodo MSc, salah satu rombongan tim proteksi tanaman, Institu Pertanian Bogor di depan para petani. Hari ini (Minggu, 26/1/2014) tim IPB yang dipimpin Dr Suryo Wiyono berkesempatan memberikan penyuluhan kepada petani di Desa Bendo, Kecamatan Kapas dan Desa Kunci Kecamatan Dander Bojonegoro Jawa Timur.

Dalam penyuluhannya, Dr Hermanu mengatakan, selama ini petani sudah terlanjur terbiasa dengan pparadigma mengenai pengendalian hama. Yakni melakukan penyemprotan racun saat hama mulai menyerang tanaman, padahal menurut pria berkumis tersebut, untuk wereng coklat, kebiasaan tersebut justru membuat populasi hama wereng batang coklat bisa meledak.

Ia mengingatkan petani di Bojonegoro, agar dalam mengendalikan wereng batang coklat, jangan mengikuti kebiasaan yang salah. “Penyemprotan racun untuk wereng coklat itu sudah dilarang pemerintah sejak 1986, saya sendiri menyarankan agar penanganan wereng coklat mendapat perlakuan berbeda dengan ham-hama lain,” terang pakar pertanian tersebut.

Ironisnya, upaya para pakar pertanian dan pemerintah, seringkali dikalahkan saat petani terbujuk dengan anjuran kios penjual pestisida. “Kami ini kalahnya dengan kios, pestisida yang dilarang pemerintah justru banyak digunakan petani. Salah satu penyebabnya adalah petani lebih percaya dengan anjuran kios yang kadang ditambahi iming-iming bonus,” ujarnya.

Salah satu peserta penyuluhan mengaku terkejut dengan paparan dari IPB tersebut, terlebih saat ditunjukkan 57 jenis produk yang dilarang pemerintah masih banyak ada di pasaran dan digunakan petani. “Ini mustinya disosialisasikan dengan baik, terus terang kami tidak tahu kalau produk-produk itu dilarang,” ujar Abdul, petani asal Kedungadem yang sengaja hadir karena mendengar ada penyuluhan dari IPB. (ramcb)

1 Comment on this Post

  1. agung s

    istilah hama adalah stigma(penistaan). seharusnya masyarakat pertanian sadar bahwa apa yang disebut sebagai hama adalah membantu dalam pertanian dan itu mengikuti hukum alam. memang kelihatannya merusak dan sudah seharusnya begitu, karena cara bertani yang salah. ada ilmu tentang itu justru bukan di bidang pertanian tetapi keteknikan.

    Reply

Leave a Comment