Share

Jadi Ikon, Kayu Jati Tonjolkan Potensi Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Setelah Batu Semar yang diletakkan tepat di pintu masuk sebelah timur Alun-alun Kota Bojonegoro, Jawa Timur, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bojonegoro akan menambah ikon baru di alun-alun yang terletak di sebelah barat Pendopo Malowopati.

Ikon baru yang digadang-gadang menjadi simbol potensi Bojonegoro ini adalah kayu jati berukuran jumbo yang diduga merupakan salah satu bahan bangunan untuk masjid Demak atau Gresik jaman penyebaran Islam dulu. Saat ini, kayu berdiameter 50 cm dengan tinggi mencapai 16 meter lebih ini masih tersimpan di Tempat Penampungan Kayu di Jalan Monginsidi, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Suyanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun sinopsis tentang sejarah kayu yang ditemukan di sungai Bengawan Solo pada tahun 1995 untuk melengkapi nota dinas yang akan diajukan ke Bupati Bojonegoro, Suyoto.

“Segera kita kerjakan. Mungkin Senin sudah kami serahkan nota dinas ke Bupati,” jelasnya pada kanalbojonegoro.com.

Kayu ini, lanjut dia, menunjukkan potensi Kabupaten Bojonegoro sebagai penghasil kayu jati berkualitas sejak jaman dulu.

Untuk memunculkan nuansa alami kayu yang rencananya akan diletakkan di tengah Alun-alun Bojonegoro ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengajukan anggaran sebesar kurang lebih Rp 40 juta. Selain untuk proses pemindahan yang akan digelar dengan upacara adat, biaya ini juga meliputi normalisasi untuk mengembalikan kondisi kayu.

“Kita datangkan ahli kayu langsung dari Bali untuk mengembalikan kondisi kayu agar indah dan layak menjadi ikon,” pungkas Yanto.(lya/*mcb)

Leave a Comment