Share

Jadi Seragam KAI, Batik Jonegoroan Diminati

Ketertarikan terhadap batik Bojonegoro tidak hanya melingkupi para anak-anak saja. Namun juga guru yang menjadi pendamping pada Konferensi Anak Indonesia. Menurut sebagian peserta pendamping ini motif batik jonegoroan sangat unik dan berbeda dari motif batik kebanyakan yang selama ini dikenal masyarakat.

Depok (Media Center Bojonegoro) – Peserta Konferensi Anak Indonesia tampak antusias menyimak setiap cerita yang disampaikan oleh Ibu Hj. Mahfudhoh Suyoto MSi saat menjadi pembicara pada Konferensi Anak Indonesia tahun 2014 yang diselenggarakan di Wisma Makara Universitas Indonesia, Senin (27/10/2014) kemarin.

Konferensi Anak Indonesia yang pada tahun ini mengangkat tema ” Aksi Kecil Hidup Bersih ” ini diikuti oleh 36 peserta delegasi yang merupakan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, para peserta ini memakai pakaian batik jonegoroan sekar jati. Batik jonegaran ini sengaja dipilih sebagai pakaian resmi dalam Konferensi Anak Indonesia.

Mahfudhoh Suyoto dalam materinya menuturkan tentang seluk beluk batik jonegaran di Bojonegoro. dimulai dari Ide pembuatan batik pada tahun 2008, hingga digelarnya lomba desain motif batik dengan mengusung tema kekayaan dan potensi di Kabupaten Bojonegoro. Akhirnya didapat 9 motif batik diantaranya adalah motif sekar jati,mliwis putih, sapi, wayang thengul,dll. Perkembangan batik Bojonegoro menunjukkan trend yang positif, seiring perkembangan waktu kini motif berkembang menjadi 14 motif diantaranya mengusung tema tentang potensi agro Bojonegoro seperti tanaman belimbing, salak, mangga, pisang dan rosela. Ditambahkan, batik ini menjadi warisan budaya yang memiliki nilai estetika tinggi yang merupakan mahakarya yang diwariskan oleh generasi terdahulu.

Ketertarikan terhadap batik Bojonegoro tidak hanya melingkupi para anak-anak saja. Namun juga guru yang menjadi pendamping pada Konferensi Anak Indonesia. Menurut sebagian peserta pendamping ini motif batik jonegoroan sangat unik dan berbeda dari motif batik kebanyakan yang selama ini dikenal masyarakat. Motif yang mengusung aneka tanaman buah dan potensi lainnya. Selain itu pewarnaan yang memadupadankan warna yang kontras membuat batik ini banyak dilirik oleh para pendamping.(humas/**mcb)

Leave a Comment