Share

Jaga Stok Pupuk, Petani Dianjurkan Perbanyak Pupuk Organik

Terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi di Bojonegoro membuat para petani harus memutar otak untuk menjaga ketersediaan pupuk selama masa tanam. Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengimbau para petani agar menggunakan takaran pupuk berimbang untuk lahan pertaniannya.

Bojonegoro (Media Center) – Terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi di Bojonegoro membuat para petani harus memutar otak untuk menjaga ketersediaan pupuk selama masa tanam. Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengimbau para petani agar menggunakan takaran pupuk berimbang untuk lahan pertaniannya.

Ahmad Djupari, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro menyampaikan, takaran pupuk berimbang ini selain menjaga jumlah pemakaian pupuk yang berlebihan juga bermanfaat mengembalikan kesuburan tanah. Hal ini lantaran dalam takaran ini, petani dianjurkan lebih banyak menggunakan pupuk organik dibanding pupuk kimia.

“Takarannya 5 kwintal pupuk organik, 3 kwintal NPK dan 2 kwintal urea untuk satu hektar padi,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah pupuk yang dibutuhkan petani memang lebih tinggi dibanding kuota pupuk bersubsidi yang diberikan oleh Petrokimia Gresik (PKG). Untuk itu, jika terjadi kekurangan pupuk ia mengimbau agar petani memperbanyak penggunaan pupuk organik.

“Disamping harganya lebih murah, pupuk organik meningkatkan kesuburan tanah,” pungkasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment