Share

Jelang Kenaikan BBM, Harga Cabai Meroket

Penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan mulai diberlakukan akhir tahun ini mulai memberi dampak pada harga beberapa kebutuhan pokok di pasaran. Kenaikan harga ini mulai terjadi di Bojonegoro sejak empat hari lalu (1/11/2014).

Bojonegoro (Media Center) – Penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan mulai diberlakukan akhir tahun ini mulai memberi dampak pada harga beberapa kebutuhan pokok di pasaran. Kenaikan harga ini mulai terjadi di Bojonegoro sejak empat hari lalu (1/11/2014).

Kenaikan harga yang sangat mencolok terjadi pada berbagai jenis sayuran termasuk cabai. Berdasarkan pantauan harga yang terlihat di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai melonjak diatas 25% dari harga semula. Seperti harga cabe merah keriting yang semula Rp27.500 menjadi Rp35.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp7.500/kg.

Hal serupa terjadi pada jenis cabe lainnya seperti cabe rawit dan cabe hijau yang mengalami kenaikan Rp6.000 hingga Rp11.000 per kilonya. Hal ini tentu diresahkan masyarakat terutama pengusaha kuliner yang setiap harinya membutuhkan banyak bahan makanan.

Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis sayuran lainnya seperti buncis, kentang serta kol. “Yang paling mahal saat ini cabe karena kenaikan sampai Rp11.000,” ujar Warsini, salah satu pedagang di Pasar Kota Bojonegoro.

Menurutnya, kenaikan yang mulai sejak awal bulan November ini dipengaruhi beberapa hal. Selain isu kenaikan BBM, mahalnya harga sayuran juga dipicu lantaran ketersediaan barang yang berkurang. “Karena masih kemarau, jadi di daerah pemasok juga agak berkurang stoknya,” imbuhnya.(**mcb)

Leave a Comment