Share

Jelang Panen, Petani Khawatir Banjir Rendam Sawah

Debit air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sejak tiga hari terakhir mengalami pasang surut, dari dibawah level sampai masuk siaga satu. Hal itu membuat para petani di bantaran sungai terpanjang di pulau jawa tersebut merasa was-was. Petani khawatir tanaman padinya terendam air banjir.

Bojonegoro (Media Center) – Debit air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sejak tiga hari terakhir mengalami pasang surut, dari dibawah level sampai masuk siaga satu. Hal itu membuat para petani di bantaran sungai terpanjang di pulau jawa tersebut merasa was-was. Petani khawatir tanaman padinya terendam air banjir.

Seperti yang diungkapkan Sudardi (45), Warga Desa Temu, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Ia merasa khawatir lantaran tanaman padi miliknya hampir memasuki masa panen. Tak hanya lahan padi miliknya, diperkirakan panen raya di Kecamatan Kanor dan Baureno akan berlangsung dua minggu lagi.

“Karena biaya tanam kemarin sangat mahal, saya khawatir kalau banjir menggenangi sawah dan merusak padi,” terangnya.

Ia khawatir, jika panen kali ini gagal, maka para petani akan mengalami masa paceklik. Sementara itu, Pemerintah Desa Temu dan Kedungarum, Kecamatan Kanor melakukan pembangunan meninggikan tanggul anak sungai di Desa Temu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya banjir luapan dari kali Desa Temu.(**mcb)

Leave a Comment