Share

Jelang Panen, Petani Tak Khawatir Angin Kencang

Hektaran tanaman padi di Desa Temu, Kecamatan Kanor dan Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro roboh akibat terjangan angin kencang. Angin kencang yang menyertai hujan deras ini terjadi Minggu (18/1/2015) dini hari.

Bojonegoro (Media Center) – Hektaran tanaman padi di Desa Temu, Kecamatan Kanor dan Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro roboh akibat terjangan angin kencang. Angin kencang yang menyertai hujan deras ini terjadi Minggu (18/1/2015) dini hari.

Meski roboh, namun para petani tak khawatir hal ini akan mengurangi kualitas hasil panen. Dijelaskan Ulum, salah satu petani mengungkapkan, padi yang roboh hampir siap panen, selain itu kondisi lahan padinya tak terendam air sehingga tak mempengaruhi hasil panenan.

“Sebentar lagi sudah bisa dipanen, jadi tidak khawatir hasil gabahnya rusak. Selain itu sawahnya juga tidak ada airnya jadi tidak terendam,” katanya.

Sementara itu Camat Kanor, Subiyanto mengatakan, di Kecamatan Kanor lahan sawah yang berada di sepanjang Sungai Bengawan Solo seluas 2.761 hektar yang tersebar di 17 desa. Sedangkan lahan yang panen kali ini kurang lebih 210 hektare dengan hasil panen per hektare mencapai 8 ton.

“Panen di Kecamatan Kanor diprediksi dua minggu kedepan sudah selesai. Untuk harga jual gabah hasil panen sekitar Rp4.300 sampai Rp4.400 per kilogram,” katanya.(**mcb)

Leave a Comment