Share

Jembatan Layang Banyuurip Diaktifkan

Bojonegoro (Media Center) – Access Road yang sebelumnya menjadi pintu utama menuju lokasi proyek minyak dan gas bumi (Migas) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu telah dialihkan. Saat ini pintu keluar masuk semua kendaraan menggunakan jembatan layang (fly over) di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Jembatan layang itu melintang di atas rel kereta api. Sementara jalan utama sebelumnya yang melintasi rel kereta api di Dusun Tenggor, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, kini telah ditutup.

Menurut Community Affairs and Manager PT Tripatra, pelaksana proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip, Budi Karyawan, jalan sementara menuju ke lokasi Blok Cepu yang melewati perlintasan rel ganda kereta api di Dusun Tenggor memang telah ditutup. Sebab, kontrak pemakaian perlintasan kereta api untuk akses keluar masuk kendaraan proyek Banyuurip itu telah berakhir.

“Kontraknya berakhir awal April 2015 lalu,” ujarnya.

Budi menjelaskan, sebelumnya kontrak antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Migas Blok Cepu dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlangsung selama tiga tahun mulai 2012 hingga April 2015. Namun, terkait berapa nilai sewa tersebut ia mengaku tak tahu karena yang menyewa pihak EMCL.

“Sesuai perjanjian di awal, begitu selesai langsung dibongkar, sedangkan tanah uruk yang sebelumnya dipakai untuk akses jalan dikembalikan seperti sedia kala,” jelasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment