Share

Jembatani Kebutuhan Pengecer Bensin, Bojonegoro Surati BPH Migas

Aduan dari beberapa pengecer bensin di Bojonegoro Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro telah melayangkan surat ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) terkait pembelian Bahan Bakar Minyak menggunakan jerigen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk pengecer.

Bojonegoro (Media Center) – Aduan dari beberapa pengecer bensin di Bojonegoro Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro telah melayangkan surat ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) terkait pembelian Bahan Bakar Minyak menggunakan jerigen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk pengecer.

Basuki, Kepala Disperindag Bojonegoro menyatakan, saat ini pembelian berjerigen untuk pengecer di SPBU telah banyak ditemui. “Namun, untuk mengantisipasi agar tetap dapat dilayani, kita tetap menyurati BPH Migas,” tegasnya.

Saat ditemui di ruangannya, Basuki menyatakan, meski belum ada aturan untuk pengecer bensin ini, namun keberadaan para pengecer ini sangat penting, mengingat masih minimnya SPBU di Kabupaten Bojonegoro terutama di pelosok-pelosok.

“Di Bojonegoro hanya ada 18 SPBU, dan tidak mungkin untuk warga yang ada di desa-desa membeli BBM langsung ke SPBU,” ujarnya.

Selama ini para pengecer tersebut membeli BBM berjerigen dengan membawa rekomendasi kepala desa. Permasalahan ini muncul lantaran SPBU di Baureno sempat ditutup lantaran melayani pembelian berjerigen yang tidak memakai rekomendasi.

“Hal inilah yang membuat beberapa SPBU sempat tidak melayani pembelian berjerigen meski sudah ada rekomendasi dari kades,” tutupnya. (*/lyamcb)

Leave a Comment