Share

Kadin Bojonegoro Gelar Muskab ke VI, Tingkatkan Sinergi dengan Pemkab

Bojonegoro- Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke VI, Minggu (11/4/2021). Kegiatan Muskab kali ini bertajuk “Meneguhkan Peran dan Fungsi Kadin untuk Memajukan Perekonomian Daerah”.

 

Muskab yang digelar di Hotel Aston, Minggu (11/4/2021) ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto, Ketua Kadin Bojonegoro Budiono beserta pengurus, dan 30 pengusaha dari Bojonegoro.

 

Dalam laporannya Ketua Panitia pelaksana, Abdul Kohar, menyampaikan, sesuai petunjuk undangan berjumlah 30 orang karena suasana Pandemi Covid-19 dan agar terciptanya kondusifitas.

 

“Muskab-muskab sebelumnya berjumlah ratusan. Namun tidak mengurangi antuasis semua asosiasi pengusaha yang sudah mewakili elemen yang ada,” ujarnya.

 

Dalam sambutannya, Ketua Kadin Bojonegoro, Budiono, menyampaikan, ada satu kebijakan Bupati Bojonegoro dari Babat-Bojonegoro yakni pelebaran meski statusnya jalan nasional.

 

Selama dua tahun, Kepemimpinan Bupati Anna telah sukses mengawal kebijakan terlebih akan membangun tol. Selain itu, ada perbaikan atau peningkatan jalan antar desa.

 

Terobosan kebijakan membuat BUMD Pertanian yang akan menggerakkan roda perekonomian petani. Langkah ini cukup bagus karena dengan adanya panen raya di Bojonegoro gabah di tingkat petani bisa terserap dengan maksimal.

 

“Semoga Kadin bisa mengawal semua kebijakan Bupati Anna demi kesuksesan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengatakan, kepengurusan Kadin Jatim harus bisa sambung dengan kadin terpilih Kabupaten Bojonegoro karena andalan dan prioritas sekarang adalah UMKM.

 

Tentunya kalau dilihat Bojonegoro pendapatan asli daerah nomor 2 setelah Surabaya di Jatim. Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada pengurus Kadin yang terpilih nanti harus bisa mempersiapkan diri bersinergi dengan pimpinan daerah.

 

Bagaimana caranya bersinergi? Tentunya pengurus Kadin harus punya program yang bersinergi dengan Pemkab. Kadin Jatim akan mendampingi bersama-sama.

 

“Kita memiliki eksport centre, memberikan konsultasi dan sertifikasi juga,” tandasnya.

 

Kadin juga bekerjasama dengan Kadin Jerman terkait vokasi dua sistem. Ini yang juga diharapkan kepengurusan Kadin terpilih bisa memahami vokasi dua sistem.

 

“Mahasiswa kita kasih magang untuk nantinya dicarikan partner industri. Tapi sebelumnya industrinya harus dilatih namanya pelatihan tempat kerja,” tegasnya.

 

Dia berharap, ke depan Kadin Bojonegoro bisa berinovasi dan membuat masyarakat menciptakan lapangan kerja melalui pelatihan dan sertifikasi.

 

“Kalau sudah ada lapangan kerja baru pasti ada investasi. Kalau sudah ada investasi, pendapatan daerah pasti meningkat,” tandasnya

 

Kadin Jatim, lanjut dia sekarang fokus dengan UMKM dan SDM. UMKM penyerap tenaga kerjanya berjumlah 90 persen saat Pandemi.

 

“Jadi saya minta tolong, kedepan Kadin terpilih sekaligus pengurus didalamnya boleh mengurus proyek tapi ada tanggung jawab moral. Karena kalau sudah bergabung di Kadin moralnya adalah mensejahterakan rakyat,” tandasnya.

 

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, mengatakan, jika selama ini ikut mengawasi Kadin di Bojonegoro. Terlebih dirinya pernah menjadi anggota Kadin Indonesia dan terakhir beraktivitas di Kadin Indonesia tahun 2014. Pada 2020 saat awal tahun dunia diguncang Pandemi, rapat TPAD mengundang BI, OJK, BPS, dan baru Bojonegoro mengundang 3 komponen penting untuk membuat strategi membantu petani agar penyerapan gabah bisa maksimal.

 

“Termasuk dalam pembentukan BUMD Pertanian,” tegasnya.

 

Saat ini, pihaknya melihat data peta 70 persen penyumbang ketahanan pangan di Jatim berasal dari sektor pertanian. Bupatu berharap, ke depan Kadin Bojonegoro bersinergi dengan program Pemkab Bojonegoro termasuk dalam melaksanakan pembangunan.

 

“Semua pengusaha siap atau tidak siap, harus mau menyongsong era keterbukaan. Semua bisa ikut bekerja,” pungkasnya.(FIF/NN)

Leave a Comment