Share

Kandungan Minyak di Alun-alun Bertahan Hingga 15 Tahun

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, hasil rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan JOB P-PEJ. Kandungan minyak bumi atau disebut Original Oil in Place (OOIP) di bawah alun-alun kota Bojonegoro diperkirakan mencapai 200 juta barel.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, hasil rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan JOB P-PEJ. Kandungan minyak bumi atau disebut Original Oil in Place (OOIP) di bawah alun-alun kota Bojonegoro diperkirakan mencapai 200 juta barel.

“Dengan kandungan sebesar itu akan bertahan hingga 10 sampai 15 tahun mendatang,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Energi Dinas ESDM, Sutanto.

Rencananya minyak yang berada tepat di bawah Alun-alun Bojonegoro ini akan diambil dengan sistem pengeboran miring. “Belum kita tentukan titik lokasi pengeboran, namun kita membidik di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk,” imbuh Sutanto.

Lokasi yang nantinya akan dinamakan Lapangan Sukowati Pad C-1 tersebut, akan menggunakan pipa sepanjang 3500 meter yang dipasang miring untuk menjangkau kedalaman 2500 hingga 3000 meter di bawah Alun-alun Bojonegoro. Ia juga menyampaikan, lahan yang akan digunakan untuk Pad C-1 tersebut seluas 5 hektar yang berupa lahan pertanian.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas SKK Migas, Rudi Rimbono, berharap Perda RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan) untuk Trucuk segera di sahkan agar pengembangan Lapangan Sukowati Pad C-1 segera terlaksana.

“Kami selalu mendukung penuh untuk pengembangan di Lapangan Sukowati Pad C-1 tersebut,” pungkasnya.(**mcb)

Leave a Comment