Share

Kekerasan Psikis Dominasi KDRT di Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Bojonegoro selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Dari empat kriteria KDRT, paling banyak yang dilaporkan adalah tentang penelantaran ekonomi.

Nurharianto, Humas Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, mengatakan, menurunnya jumlah kasus KDRT yang ada di P3A ini dipengaruhi beberapa hal. Di antaranya sering adanya sosialisasi KDRT di masayarakat.

“Faktor lainnya, masih banyak kasus KDRT yang terjadi namun tidak dilaporkan,” kata Nurharianto.

Menurut Jony-sapaan akrab Nurharianto, dari empat hal yang masuk dalam tindakan KDRT, yakni kekerasan secara fisik, psikis, penelantaran ekonomi dan pelecehan seksual, paling banyak didominasi banyaknya istri yang ditelantarkan secara ekonomi oleh suaminya.

P3A mencatat, pada tahun 2013 ada sebanyak 30 kasus dengan rincian kekerasan terhadap perempuan secara fisik sebanyak, 6  kasus, kekerasan psikis 17 kasus, penelantaran ekonomi 3 kasus, sedang yang terjadi pada anak, sebanyak 2 kasus terjadi pada kekerasan fisik, psikis 1 kasus dan penelantaran 1 kasus.

Kemudian, tahun 2014 kasus KDRT ada 14 kasus dengan rincian kekerasan fisik yang dialami perempuan 1 kasus, pada anak 1 kasus, sementara kekerasan psikis pada perempuan 10 kasus dan anak 4 kasus, dan penelantaran ekonomi ada dua kasus dialami perempuan. Serta, pelecehan seksual pada anak 1 kasus.

Serta pada tahun 2015 hingga kini ada 4 kasus KDRT yang dilakukan secara psikis. Dengan rincian, korban pada perempuan sebanyak 3 kasus dan satu kasus pada anak.

“Kalau ada laporan masuk kita akan dampingi untuk advokasi sampai persidangan,” pungkas Jony.(*lya/dwi)

Leave a Comment