Share

Kekeringan, 43 Desa di Bojonegoro Krisis Air Bersih

Kekeringan melanda wilayah Bojonegoro selama musim kemarau tahun ini. Hingga kini sedikitnya ada 43 desa di 17 kecamatan di wilayah Bojonegoro yang mengalami kekeringan parah dan krisis air bersih.

Bojonegoro (Media Center) – Kekeringan melanda wilayah Bojonegoro selama musim kemarau tahun ini. Hingga kini sedikitnya ada 43 desa di 17 kecamatan di wilayah Bojonegoro yang mengalami kekeringan parah dan krisis air bersih. Wilayah kecamatan yang dilanda kekeringan dan krisis air bersih yakni Ngraho, Tambakrejo, Purwosari, Ngasem, Dander, Kedungadem, Kedewan, Kasiman, Trucuk, Malo, Ngambon, Kepohbaru, Kapas, Trucuk, Sumberejo, Sekar, dan Bojonegoro.

Desa yang mengalami krisis air bersih di antaranya Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Desa Butoh, Kecamatan Kedungadem, dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo. Krisis air bersih merata terjadi di wilayah selatan, barat, timur dan utara wilayah Bojonegoro.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid, kekeringan dan krisis air bersih diperkirakan masih akan terus bertambah selama musim kemarau ini.

“Puncak musim kemarau terjadi pada September-Oktober ini. Akan tetapi curah hujan diperkirakan baru akan turun pada Desember mendatang,” ujarnya.

Ia mengatakan, bantuan air bersih kini terus diberikan pada warga yang membutuhkan. Bantuan air bersih itu disalurkan menggunakan truk tangki air bersih dengan kapasitas 5000 liter. Sedikitnya ada lima truk tangki air bersih yang kini hilir mudik menyalurkan bantuan air bersih di daerah yang mengalami krisis air bersih.(**mcb)

Selama musim kemarau tahun ini wilayah Bojonegoro dilanda bencana elnino lemah yang mengakibatkan kekeringan. Cuaca di wilayah Bojonegoro pada siang hari sangat panas. Kekeringan juga menyebabkan sejumlah waduk dan embung di Bojonegoro mengering. Padahal, waduk itu diharapkan dapat menyimpan air saat musim hujan dan menjadi cadangan saat musim kemarau. Waduk yang mengering yakni Waduk Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Waduk Blibis di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari. Sementara waduk Ngradin di Desa Ngradin, Kecamatan Padangan persediaan airnya kian menipis.

Leave a Comment