Share

Kekeringan, Belum Ada Permintaan Droping Air Bersih

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro saat ini telah memasuki musim kemarau. Hal ini tentu membuat sejumlah wilayah yang rawan kekeringan mulai kekurangan ketersediaan air.

Namun, menurut Andik Soedjarwo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, hingga saat ini belum ada laporan atau permintaan warga untuk droping air bersih kebutuhan rumah tanggan.

“Sejauh ini laporan hanya untuk pertanian. Untuk kebutuhan air baku rumah tangga belum ada,” ujar mantan Camat Tambakrejo ini.

Daerah yang rawan terdampak kekeringan diantaranya di Kecamatan Sugihwaras, Ngasem, Ngraho, Gondang dan Kedungadem. Untuk mengatasi kekeringan dan krisis air baku kebutuhan rumah tangga, tahun ini Pemkab Bojonegoro melalui Disnakertransos telah mengalokasikan anggaran untuk droping air sekira Rp100 juta. Bantuan yang disiapkan sebanyak 250 tangki.(lya/*mcb)

Leave a Comment