Share

Kemarau, Embung di Bojonegoro Mengering

Beberapa embung yang diharapkan dapat menampung air saat musim hujan dan menjadi persediaan saat musim kemarau tidak dapat berfungsi.

Bojonegoro (Media Center) – Beberapa embung yang diharapkan dapat menampung air saat musim hujan dan menjadi persediaan saat musim kemarau tidak dapat berfungsi. Seperti halnya embung di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari.

Embung yang berada di kawasan hutan dan dikelilingi persawahan itu memprihatinkan. Kondisi embung terlihat kering kerontang dan gersang. Bahkan, tanah di dasar embung terlihat retak-retak dan merekah. Embung itu tak mampu menyimpan air untuk keperluan bercocok tanam saat musim kemarau.

Seperti yang dikatakan Sukat (54) petani di Dusun Glagah, embung yang terletak tak jauh dari lahan persawahannya itu sudah mengering sejak Mei lalu. Saat musim hujan, embung itu terisi air dan bisa dimanfaatkan untuk pengairan persawahan. “Namun saat memasuki musim kemarau embung itu mengering,” ujar Sukat.

Akibatnya, tak ada persediaan air yang cukup sehingga para petani beralih menanam palawija seperti kacang hijau, kacang tanah, cabai, kedelai, singkong, jagung, dan terong saat musim kemarau tiba.(**mcb)

Leave a Comment