Share

Kemenag Bojonegoro Gelar Manasik Haji Usai lebaran

Bojonegoro (Media Center) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan akan menggelar manasik calon jamaah haji (CJH) di daerahnya, usai lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah, karena masih menunggu alokasi anggaran dari Kemenag Pusat.

“Pelaksanaan manasik haji kami perkirakan usai lebaran, sebab masih menunggu turunnya anggaran pelaksanaan manasik dari Kemenag Pusat,” jelas Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Bojonegoro Wachid Priyono, Rabu (1/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan CJH di daerahnya, sebagian besar sudah membuat paspor dan menjalani tes kesehatan tahap pertama.
“Jadwal pelaksanaan vaksin meningitis dan flu kami belum tahu. Sesuai jadwal CJH berangkat ke Tanah Suci, mulai 20 Agustus,” ucapnya.

Ia menyebutkan sebanyak 58 CJH dari 1.116 CJH di daerahnya, tidak melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), yang sudah ditetapkan Pemerintah sebesar 2.801 dolar Amerika Serikat, sampai 30 Juni.

Dengan demikian, lanjut dia, sebanyak 58 CJH, yang tidak melunasi BPIH tersebut sudah bisa dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci, karena pelunasan BPIH terakhir 30 Juni.

Tapi, lanjutnya, sebanyak 58 CJH, kecuali yang sudah meninggal dunia, akan masuk daftar tunggu CJH, yang berangkat musim haji 2016.

“Mereka akan masuk daftar tunggu CJH 2016, sebab tidak melunasi BPIH sampai batas yang sudah ditentukan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan penyebab 58 CJH tidak melunasi BPIH, bermacam-macam, antara lain, meninggal dunia sembilan orang, sakit 11 orang, tidak memiliki uang, dan menunggu keberangkatan calon jamaah yang masih keluarganya.

“CJH yang tidak melunasi BPIH, bisa saja karena menunggu keberangkatan CJH lainnya yang masih anaknya, saudaranya, atau dari keluarga lainnya,” paparnya.(sa/*mcb)

Leave a Comment