Share

Kementerian Lingkungan Hidup Bahas Flaring Blok Cepu

Kementerian Lingkungan Hidup melakukan rapat koordinasi membahas perubahan waktu flaring dari 23 MMSCDF sampai dengan 70 MMSCFD dalam rangka start up CPF di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Rapat koordinasi ini dilakukan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Bojonegoro dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di ruang Angling Dharma, Kamis (29/1/2015).

Bojonegoro (Media Center) – Kementerian Lingkungan Hidup melakukan rapat koordinasi membahas perubahan waktu flaring dari 23 MMSCDF sampai dengan 70 MMSCFD dalam rangka start up CPF di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Rapat koordinasi ini dilakukan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Bojonegoro dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di ruang Angling Dharma, Kamis (29/1/2015).

Development Manager EMCL, Wishnu Bahriansyah menyampaikan, dalam flaring nantinya EMCL telah memetakan beberapa permasalahan krusial diantaranya dampak kegiatan tersebut pada kesehatan masyarakat di Desa Ring 1 Kecamatan Gayam.

Setiap parameter, lanjut dia, polutan masih berada di bawah baku mutu lingkungan sehingga tidak dijadikan dasar bagi pengaruh emisi terhadap gangguan kesehatan masyarakat.

“Terdapat sejumlah dusun yang akan terpapar oleh peningkatan kebisingan yang melebihi baku tingkat kebisingan sebesar 58 dBA,” üjarnya.

Dia menyatakan, dusun yang terpapar bising dengan nilai kurang dari 58 dBA diantaranya Dusun Samben, Dusun Ledok di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam sebanyak 248 kepala keluarga.

Sementara itu, Sekkab Bojonegoro, Soehadi Moeljono meminta kepada EMCL untuk benar-benar memperhatikan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar dengan adanya flaring di Blok Cepu.

“Program yang diberikan harus tepat sasaran terlebih dibidang kesehatan. Jangan sampai dengan adanya eksplorasi migas berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat sekitar,”tegasnya. (re/**mcb)

Leave a Comment