Share

Kendalikan Hama Tikus Dengan Predator Alami

Bojonegoro (Media Center) – Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memiliki cara unik untuk mengendalikan hama tikus yang kerap kali menyerang lahan padi di wilayahnya. Tak memerlukan pestisida maupun peralatan canggih, pengendalian hama tikus ini memanfaatkan predator alami tikus, yakni burung hantu yang masih banyak terdapat di alam.

Sejak setahun terakhir, program penjaringan hewan nokturnal (aktif di malam hari) yang bernama latin Tyto alba ini dilakukan dengan cara menyediakan 1000 sarang burung hantu beserta pos pantaunya. Berdasarkan pantauan terakhir, sejak musim tanam februari lalu hingga saat ini, dampak positif telah dirasakan para petani.

“Sebelumnya serangan hama tikus mencapai 15 persen, tapi pada periode februari lalu hanya 4 persen,” ujar Nanik Lusetiyani, Camat Kapas saat dikonfirmasi melalui Sekcam, Heru.

Pembuatan 1000 sarang burung hantu yang berasal dari dana swadaya warga Kecamatan kapas ini ditargetkan mampu mencover lahan seluas 3.000 hektare (ha). Sebelumnya, lahan padi warga di Kapas ini sering mengalami puso atau gagal panen akibat serangan hama tikus. Untuk mengatasinya, biasanya warga menggunakan sistem grobyokan, pestisida hingga pengasapan.(lya/*mcb)

Leave a Comment